Home / Contact / Perkerasan Jalan Secara Umum
250 views

Perkerasan Jalan Secara Umum

HAL–HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN SECARA UMUM PADA PEKERJAAN PERKERASAN JALAN

Perkerasan jalan adalah bagian jalan yang diberi perkerasan (kecuali bagian struktur : drainase, tembok penahan tanah, jembatan dll), dengan tujuan agar bagian yang diperkeras tersebut dapat menahan beban lalu – lintas dalam segala cuaca sesuai dengan fungsinya. Biasanya bagian–bagian jalan yang diberi perkerasan adalah jalur lalu lintas dan bahu jalan/trotoir.

Gambar : Lapisan Perkerasan Jalan

Gambar : Lapisan Perkerasan Jalan

1.   BAGIAN–BAGIAN PERKERASAN JALAN

Bagian–bagian Perkerasan Jalan secara vertikal dapat dibagi sebagai berikut (urutan dari bawah) :

– Tanah Dasar (Sub–grade) di luar tanah asli dalam batas–batas tertentu.
– Lapis Pondasi, dapat terdiri dari lapis pondasi bawah (Sub Base) dan lapis Pondasi Atas (Base).
– Lapis Permukaan (Lapis Aus atau Wearing Course).

Selama ini ada anggapan dari para unsur pelaksana proyek bahwa pekerjaan yang utama dalam pekerjaan jalan adalah pekerjaan perkerasan jalan pada jalur lalu lintas, sehingga pekerjaan perkerasan diluar jalur lalu lintas dapat dikerjakan dalam warranty period (setelah PHO) atau bahkan tidak dikerjakan sama sekali.
Anggapan tersebut diatas salah sama sekali, karena pekerasan jalan pada jalur lalu – lintas apabila tidak didukung oleh bagian – bagian lain dari jalan akan cepat rusak.

1.  Tanah Dasar

Sampai saat ini masih terdapat perbedaan pendapat apakah tanah dasar ini termasuk badan jalan atau termasuk dalam pekerasan jalan. Pada pembahasan di sini di interpretasikan bahwa bagian tertentu dari tanah dasar termasuk dalam perkerasan jalan, yaitu dalam hal tanah asli tidak memenuhi syarat dan harus diganti, maka sebagian tanah pengganti yang harus memenuhi spesifikasi sebagi tanah dasar, dalam batas–batas tertentu dimasukkan dalam perkerasan.

Fungsi tanah dasar sebagai perkerasan adalah memikul beban di atasnya (beban persatuan luas relatip kecil).

2.  Lapis Pondasi

Fungsi lapis pondasi adalah penyumbang kekuatan terbesar terhadap perkerasan jalan secara keseluruhan dalam memikul beban lalu lintas.
Lapis pondasi kadang–kadang dibagi menjadi Lapis Pondasi bawah dan Lapis Pondasi Atas, namun sebenarnya pembagian ini didasarkan kepada pembagian material yang akan dipakai agar konstruksi tersebut lebih ekonomis. Jadi dapat saja suatu lapis pondasi dibagi lebih dari 2 lapis.

Baca : Pengertian Aspal Hotmix.

Yang penting diperhatikan bahwa berdasarkan teori penyebaran beban oleh suatu lapisan material, lapis yang lebih atas mendapat beban persatuan luas lebih besar dibandingkan lapis dibawahnya. Atas dasar hal tersebut untuk lapis yang berada di bawah dapat memakai material yang persyaratannya lebih rendah dari material yang berada di atasnya.

Material untuk lapis pondasi pilihannya sangat beragam, tergantung tersedianya material setempat, beban yang dipikul dan konstruksi yang akan dipergunakan, antara lain : agregat (pada umumnya lapis pondasi jalan mempergunakan material ini), agregat distabilisasi, tanah distabilisasi, beton semen, aspal beton, dan lain–lain.

3.  Lapis Permukaan

Fungsi utama lapis permukaan jalan adalah memberikan lapisan kedap air dan lapisan aus. Dalam hal sebagai penyumbang kekuatan konstruksi bukan merupakan fungsi utama dari lapis permukaan.
Jenis campuran yang dapat dipakai untuk lapis permukaan sangat banyak pilihannya tergantung dari beban yang akan dipikulnya dan tersedianya material setempat. Untuk lapis permukaan, apapun pilihan campuran yang akan dipergunakan masih tetap memerlukan material agregat.
Jenis campuran yang dapat dipakai antara lain : burtu, burda, campuran aspal panas, campuran aspal dingin, aspal butas, beton semen dan lain–lain.

2.  HAL–HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN SECARA UMUM

Secara umum hal–hal yang perlu diperhatikan dalam perkerjaan perkerasan jalan sebagai berikut :

a.  Permukaan dimana lapis laburan atau perkerasan akan dipasang harus dalam keadaan kering dan bersih dari material–material yang lepas atau yang tidak diperlukan, sehingga sebelumnya harus dilakukan perkerjaan pembersihan. Apabila diperlukan permukaan tersebut harus direkondisi dulu.

b.  Pada setiap pekerjaan, tidak diizinkan adanya bahan organik dan lumpur pada material yang akan dipergunakan.

c.  Pada saat penghamparan dan pemadatan pertahankan kadar air optimum untuk
material bergradasi tanpa aspal (termasuk juga untuk tanah dasar) dan termperatur untuk perkerasan campuran aspal panas.
Atas dasar itu tidak ada satu pekerjaan perkerasanpun dapat dilakukan pada saat turun hujan dan atau permukaan yang akan dilapisi dalam keadaan basah.

d.  Disamping sifat–sifat material atau campuran yang harus dipenuhi.
gradasi yang ditetapkan dalam spesifikasi juga senantiasa harus dipenuhi, homogen dan tidak terjadi segregasi.

e.  Untuk menghindari pengaruh jelek dari air, pekerjaan drainase harus dikerjakan lebih dahulu sebelum dimulai pekerjaan perkerasan.

Hal–hal harus diperhatikan secara umum pada pekerjaan jalan tersebut diatas berlaku untuk semua jenis pekerjaan yang akan diuraikan dibawah ini. Sehingga hal–hal tersebut tidak akan diulang–ulang.

Adapun yang akan diterangkan dibawah ini hanya hal–hal yang prinsip. Sedangkan ketentuan–ketentuan teperinci terdapat dalam spesifikasi (buku volume 3) atau buku lainnya. Dan terdapat pada Dokumen Kontrak yang harus dipelajari dengan seksama oleh para pelaksana proyek.

Sumber :  Sertifikasi Ahli Pelaksana Jalan/Ahli Pelaksana Jembatan (HPJI).

Baca Juga : Tebing Jalan atau Lereng Jalan.

4 comments

  1. Please can I link this post on Google+? It’s really imformative :D|

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates