Home / Blog / Gradasi Agregat (Susunan Besar Butir)
82 views

Gradasi Agregat (Susunan Besar Butir)

Gradasi Agregat

Gradasi Agregat

Gradasi agregat

Adalah distribusi ukuran kekasaran butiran agregat. Agregat dalam suatu timbunan, terdiri dari butiran – butiran batuan dengan beberapa ukuran butir dari ukuran yang besar sampai ukuran kecil. Jika ukuran – ukuran ini kita pisahkan kedalam beberapa ukuran tertentu, akan kita peroleh bagian – bagian butiran dimana masing – masing bagian memiliki ukuran sama atau antara batas – batas tertentu.

Gradasi agregat berpengaruh pada besarnya rongga dalam campuran dan menentukan workabilitas (kemudahan dalam pekerjaan) serta stabilitas campuran.
Bila butiran – butiran agregat mempunyai ukuran yang sama (seragam), volume pori antara butiran akan menjadi besar. Sebaliknya jika ukuran butiran – butiran bervariasi, maka pori antara butiran menjadi kecil karena sebagian pori – pori akan terisi oleh butiran yang lebih kecil, sehingga pori – porinya menjadi berkurang. Dengan kata lain, agregat dengan besar butiran bervariasi akan menghasilkan beton yang lebih padat (rapat).

Baca Juga : Berat Jenis Agregat.

Untuk memisahkan butiran – butiran ini dipergunakan ayakan dengan berbagai macam ukuran lubang yang telah distandarkan. Sebagai agregat diambil contohnya, kemudian dipisahhkan menjadi beberapa fraksi dengan memakai ayakan. Pemisah dilakukan dengan ayakan yang disusun mulai dari ukuran lubang maksimum sampai minimum sambil digetarkan. Agregat umumnya dalam keadaan kering. Berat dari tiap – tiap fraksi kemudian dijumlah dan dinyatakan dalam presentasi jumlah total.

British Standar

Menurut peraturan di Inggiris (British Standar) yang juga dipakai di Indonesia saat ini (dalam SK-SNI-T-15-1990-03) kekasaran pasir dapat dibagi menjadi kelompok menurut gradasinya yaitu pasir halus, agak halus, agak kasar, dan kasar, sebagaimana tampak pada table 3.1. Adapun gradasi kerikil yang baik sebaiknya masuk di dalam batas – batas yang tercantum dalam table 3.2.

Table 3-1. Gradasi Pasir

Table 3-2. Gradasi Kerikil

Oleh peraturan tersebut (yang dibuat berdasarkan hasil – hasil penelitian sebelumnya) telah ditetapkan bahwa untuk campuran beton dengan diameter maksimum agregat sebesar 40 mm, 30 mm, 20 mm, 10 mm. Gradasi agregatnya (campuran pasir dan kerikil) harus berada dalam batas – batas yang tertera dalam tabel 3.3, 3.4, 3.5, dan 3.6.

Bila gradasi agregat campuran masukan dalam kurva 1 dan kurva 2 akan diperoleh adukan beton yang kasar, cocok untuk faktor air semen rendah, mudah dikerjakan namun mudah terjadi pemisahan kerikil. Bila gradasi campuran masuk dalam kurva 3 dan kurva 4 akan diperoleh adukan beton yang halus, tampak lebih kohesif, lebih sulit dikerjakan sehingga perlu faktor air semen agak tinggi. Gradasi campuran yang ideal ialah yang masuk dalam kurva 2 dan kurva 3.

Tabel 3-3 Persen butiran yang lewat ayakan (%)

Untuk agregat dengan butir maksimum 40 mm

Tabel 3-4 Persen butiran yang lewat ayakan (%)

Untuk agregat dengan butir maksimum 30 mm

Tabel 3-5 Persen butiran yang lewat ayakan (%)

Untuk agregat dengan butir maksimum 20 mm

Tabel 3-5 Persen butiran yang lewat ayakan (%)

Untuk agregat dengan butir maksimum 10 mm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates