Home / Blog / Perencanaan Campuran Beton
92 views

Perencanaan Campuran Beton

Perencanaan Campuran Beton

Perencanaan Campuran Beton

Perencanaan Campuran Beton

Tujuan dari perencanaan campuran beton ialah untuk menentukan proporsi semen, agregat halus dan kasar, serta air yang memenuhi persyaratan berikut :

  1. Kekuatan desak : Kuat desak yang dicapai pada 28 hari (atau umur yang ditentukan) harus memenuhi persyaratan yang diberikan oleh perencana konstruksinya.
  2. Workabilitas : untuk memenuhi workabilitas yang cukup guna pengangkutan, pencetakan dan pemadatan beton sepenuhnya dengan peralatan yang tersedia. Campuran harus kohesip agar terhindar dari kemungkina keropos “water gain” (berkumpulnya air di bawah partikel agregat sebagai akibat bleding) dan kesukaran lain akibat segregasi. Agar memenuhi persyaratan ini, kadar semen yang mencukupi merupakan hal – hal yang sangat penting.
  3. Durabilitas : Durabilitas atau sifat awet berhubungan dengan kekuatan desak; semakin besar kekuatan, makin awet betonnya. Dalam hal ini faktor air semen yang sebenarnya dan kepadatan beton merupakan faktor yang menentukan, dan kekuatannya mungkin akan lebih besar dari pada yang dipersyaratkan dengan ketat untuk tujuan strukturil.
  4. Penyesalan akhir dari permukaan beton. Kohesi yang kurang baik dapat merupakan salah satu sebab penyelesaian akhir yang kurang baik. Agar dapat memenuhi persyaratan ini dan membuat beton padat yang perlu untuk perlindungan tulangnya, mutlak diperlukan kandungan butir yang halus yang mencukupi. Butiran halus ini terdiri atas pasir maupun pasta semen.

Metode yang digunakan untuk perencanaan proporsi campuran adukan beton dalam penelitian ini merupakan suatu metode yang berasal dari Inggris (The British Mix Design Method) yang tercantum dalam “Design of Normal Concrete Mixes” yang telah menggantikan cara “Road Note No.4” sejak tahun 1975.

Baca Juga : Fungsi Agregat dan Persyaratan Agregat.

Perencanaan adukan cara Inggris ini di Indonesia dikenal dengan cara “DOE” (Development of Environment) perencanaan dengan cara DOE dipakai sebagai standar perencaan oleh Depertemen Pekerjaan Umum di Indonesia, dan dimuat dalam buku standar No. SK-SNI T-15-1990-03 dengan judul buku “Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal”. Perencanaan dengan cara ini menggunakasn tabel – tabel dan grafik.

Adapun langkah – langkah perencanaan tersebut adalah :

  1. Menentukan kuat tekan beton yang disyaratkan pada 28 hari
  2. Menentukan Standar Deviasi
    Nilai dari tingkat pengendalian mutu dapat lihat pada tabel
  3. Menghitung besarnya nilai Margin
    M       =     1,64 X Sr,                                      Jika Sr < 4 MPa
    M       =     2,64 X Sr,                                      Jika Sr > 4 MPa
  4. Menghitung kuat tekan rata – rata yang direncanakan menurut rumus :
    F’crv  =  fc +  M
  5. Menetap jenis semen yang dipakai
  6. Menentukan jenis agregat kasar dan agregat halus
  7. Menentukan Faktor Air Semen (FAS)
  8. Tetapkan nilai slump yang dipakai, slump ditetapkan sesuai dengan kondisi pelaksanaan pekerjaan
  9. Menentapkan ukuran besar butir agregat maksimum
  10. Tentukan kadar air
    Untuk menentapkan banyaknya air yang diperlukan untuk setiap meter kubik beton, dapat dicari dengan menggunakan tabel dengan cara sebagai berikut :
    Bila agregat halus dan kasar yang dipakai memiliki jenis yang berbeda (alami dan dipecah) maka jumlah air yang diperkirakan dihitung menurut rumus :
    Kadar Air =  2/3 x wh  +  1/3  wk

    Dimana :

    A          =     Jumlah air yang dibutukan
    wh        =     Perkiraan jumlah air untuk agregat halus
    wk        =     Perkiraan jumlah air untuk agregat kasar

  11. Menghitung kebutuhan semen (kadar semen)
    Kadar Semen =Kadar Air/Faktor Air Semen
  12. Menentukan golongan pasir
  13. Menghitung berat jenis relatif agregat
    Berat jenis relatif agregat ditentukan menurut rumus :
    Bj. Agregat Gabungan = (% agregat halus x berat agregat halus) + (%agregat kasar x berat agregat kasar)
  14. Menentuan berat jenis beton menurut grafik (Bj. Beton)
  15. Menghitung Kadar agregat gabungan
    Kadar Agregat Gabungan =  Bj. Beton – Kadar Semen – Kadar Air.
  16. Menghitung Kadar Agregat Halus
    Kadar Agregat Halus = (% Agregat Halus x Kadar Agregat Gabungan)
  17. Menghitung Kadar Agregat Kasar
    Kadar Agregat Kasar = (% Agregat Kasar x Kadar Agregat Gabungan)
    Dari langkah – langkah diatas, komposisi campuran bahan untuk 1 m3 beton dapat diketahui. Komposisi campuran yang didapatkan diatas adalah merupakan susunan campuran teoritis, sedangkan untuk mendapatkan susunan campuran yang sebenarnya yaitu yang akan dipakai sebagai campuran uji, maka angka – angka teoritis tersebut perlu dibetulkan dengan memperhitungkan jumlah air bebas yang terdapat di dalam agregat atau jumlah air yang masih dibutuhkan oleh masing – masing kadar air dari masing – masing agregat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates