Home / Blog / Modulus Kehalusan dan Kebersihan Agregat

Modulus Kehalusan dan Kebersihan Agregat

Modulus Kehalusan

Untuk mengukur modulus kehalusan dan kekasaran butir – butir agregat digunakan parameter modulus kehalusan. Modulus halus butir didefinisikan sebagai jumlah persen kumulatif dari butir – butir agregat yang tertinggal diatas suatu set ayakan dan kemudian dibagi seratus. Susunan lubang ayakan itu ialah sebagai berikut : 40 mm, 20 mm, 10 mm, 4,80 mm, 2,40 mm, 1,20 mm, 0,60 mm, 0,30, dan 0,15 mm.

Makin besar nilai modulus halus menunjukan bahwa makin besar butir – butir agregatnya. Pada umumnya mempunyai modulus halus butir anatara 1,5 sampai 3,8. Adapun modulus halus butir kerikil biasanya diantara 5 dan 8.

  • Modulus halus butir untuk menjadi ukuran kehalusan butir dan
  • untuk mencari nilai perbandingan berat antara pasir dan kerikil, bila kita akan membuat campuran beton.

Modulus halus butir agregat dari campuran pasir dan kerikil untuk bahan pembuat beton berkisar antara 5,0 dan 6,5.

Modulus Kehalusan Agregat

Modulus Kehalusan Agregat

Kebersihan Agregat

Bahan – bahan yang keberadaanya mungkin memberikan pengaruh yang merugikan terhadap kekuatan, kemudahan pengerjaan, dan kenampakan jangka panjang disebut zat – zat penganggu. Bahan – bahan ini dianggap tidak diperlukan sebagai bahan – tambah karena lemah, lunak atau sifat fisik atau sifat kimiawi yang merusak sifat – sifat beton.

Baca Juga : Gradasi Agregat (Susunan Besar Butir).

Ditinjau dari aksi zat – zat yang berpengaruh buruk tersebut, maka dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:
1. Zat yang menganggu proses hidrasi semen.
2. Zat yang melapisi agregat sehingga mengganggu terbentuknya lekatan yang baik antara agregat dan pasta semen.
3. Butiran butiran yang kurang tahan cuaca, yang bersifat lemah dan menimbulkan reaksi kimia antara agregat dan pastanya.

Dalam agregat sering terdapat zat – zat yang berasal dari bahan – bahan tanaman yang telah membusuk dan muncul dalam bentuk humus. Jika zat organik dalam humus ini berinterferensi dengan reaksi – reaksi kimia hidrasi, kemungkinan akan berpengaruh terhadap mutu betonnya.

Lempung, lumpur dan debu atau butiran – butiran halus lainnnya yang mungkin terdapat / menempel pada permukaan agregat, dapat menganggu ikatan antara agregat dengan pasta semennya. Karena ikatan ini sangat penting dalam aduk beton, akan dapat berpengaruh terhadap kekuatan dan daya tahan beton.

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates