Home / Blog / Fungsi Agregat dan Persyaratan Agregat
162 views

Fungsi Agregat dan Persyaratan Agregat

Fungsi Agregat Dalam Beton

Didalam beton, fungsi agregat (agregat kasar dan agregat halus) mengisi sebagian besar volume beton, yaitu antara 50% sampai 80% sehingga sifat – sifat dan mutu agregat sangat berpengaruh terhadap sifat – sifat dan mutu beton.

Fungsi Agregat dalam Beton

Fungsi Agregat dalam Beton

Fungsi penggunaan agregat dalam beton adalah untuk :

  1. Menghemat penggunaan semen Portland.
  2. Menghasilkan kekuatan yang besar pada beton.
  3. Mengurangi susut pengerasan beton.
  4. Mencapai susunan yang padat pada beton. Dengan gradasi agregat yang baik, maka akan didapatkan beton yang padat.
  5. Mengontrol “workability” atau sifat dapat dikerjakan aduk beton, dengan gradasi agregat yang baik, maka akan didapatkan beton yang mudah dikerjakan atau memiliki “workability” yang baik.

Semakin banyak agregat yang digunakan dalam beton, semakin hemat dalam penggunaan semen Portland, sehingga semakin murah harganya.

Baca Juga : Modulus Kehalusan dan Kebersihan Agregat.

Tentu saja dalam penggunaan agregat tersebut ada batasnya, sebab pasta semen dipelukan untuk pelekatan butir – butir dalam pengisian rongga – rongga halus dalam aduk beton.

Persyaratan Agregat

Agregat untuk bahan bangunan sebaiknya dipilih yang memenuhi persayaratan sebagai berikut :

1.  Butir – butir tajam, kuat dan bersudut. Ukuran kekuatan agregat dapat dilakukan dengan pengujian ketahanan aus dengan mesin Los Angeles, atau dengan bejanan Rudeloff.

2.  Tidak mengandung tanah atau kotoran lain yang lewat ayakan 0,075 mm. Pada agregat halus jumlah kandungan kotoran ini harus tidak lebih dari 5 persen untuk beton sampai 10 Mpa , dan 2,5 persen untuk beton mutu yang lebih tinggi. Pada agregat kasar kandungan kotoran ini dibatasi sampai maksimum 1 persen. Jika agregat mengandung kotoran lebih dari batas – batas maksimum tersebut maka harus dicuci dengan air bersih.

3.  Harus tidak mengandung garam yang menghisap air dan udara.

4.  Harus yang benar – benar tidak mengandung kadar organik. Kandungan kadar organik dapat mengurangi mutu beton. Bila direndam dalam larutan 3% NaOH, cairan diatas endapan tidak boleh lebih gelap dari warna pembanding. Agregat yang tidak diperiksa dengan percobaan warna dapat juga dipakai jika kuat tekan adukan dengan agregat tersebut pada umur 7 dan 28 hari tidak kuran dari 95 persen daripada kuat tekan adukan dengan agregat yang sama tetapi telah dicuci dalam larutan 3 persen NaOH dan kemudian dicuci dengan air bersih, pada umur yang sama.

5.  Harus mempunyai variasi besar butir (gradasi yang baik, sehingga rongganya sedikit.

6.  Bersifat kekal, tidak hancur atau berubah karena cuaca. Sifat kekal tersebut jika diuji dengan larutan jenuh garam sulfat sebagai berikut :

  • Jika dipakai Natrium Sulfat, bagian yang hancur maksimum 12 persen untuk kerikil dan 10 persen untuk pasir.
  • Jika dipakai Magnesium Sulfat, bagian yang hancuyr maksimum 18 persen untuk kerikil dan 15 persen untuk pasir.

7.  Untuk beton dengan tingkat keawetan yang tinggi, agregat harus mempunyai tingkat rekatif yang negatif terhadap alkali.

8.  Untuk agregat kasar, tidak boleh mengandung butiran – butiran yang pipih danpanjang lebih dari 20 persen dari berat keseluruhan.

26 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates