Home / Blog / Berat Jenis Agregat dan Penyerapan Agregat
86 views

Berat Jenis Agregat dan Penyerapan Agregat

Berat Jenis Agregat

Berat jenis agregat adalah perbandingan antara berat volume agregat dan volume air.

Ditinjau dari berat jenisnya agregat dibedakan atas tiga macam yaitu :

1.  Agregat Ringan
Memiliki berat jenis kurang dari 2,0, dan biasanya digunakan untuk beton non structural. Contoh agregat ringan antara lain : agregat batu apung, hidyte, rocklite, lelite dan lain sebagainya.

2.  Agregat Normal
Memiliki berat jenis antara 2,5 sampai 2,7. Agregat ini biasanya berasal dari batuan granit, basalt, kuarsa dan sebagainya.

3.  Agregat Berat
Memiliki berat jenis lebih dari 2,8. Agregat yang termasuk dalam golongan agregat berat, antara lain :  magnetik, barito, dan butiran besi.

Berat Jenis Agregat

Berat Jenis Agregat

Daya Serap dan Kadar Air Agregat

Air dalam agregat dikenal ada 2 macam, yaitu air yang meresap kedalam agregat dan air yang berada pada permukaan butiran. Air yang meresap ke dalam agregat berada dalam pori – pori antara butir, dan ini tidak tampak pada permukaan, banyak air ini dipengaruhi banyak pori – pori yang ada dalam butir agregat itu. Pada agregat normal, kemampuan menyerap air pada agregat sekitar 1 sampai 2 persen saja. Harga ini adalah kadar air dalam agregat jenuh kering muka.

Baca Juga : Bentuk Agregat untuk Beton.

Dari penjelasan diatas, keadaan air dalam agregat dapat dibedakan atas :

  1. Keadaan kering tungku atau kering oven, yaitu agregat yang benar – benar dalam keadaan kering atau tidak mengandung air. Keadaan ini menyebabkan agregat dapat secara penuh menyerap air.
  2. Kering udara, permukaan butir – butir dalam keadaan kering tetapi dalam butiran masih mengandung air, pasir / kerikil dalam keadaan kering udara ini masih dapat menyerap sedikit air.
  3. Jenuh kering muka (saturated and surface-dry, SSD), pada keadaan ini permukaan agregat kering (tidak ada air). Tetapi butiran – butiran agregat jenuh dengan air. Dengan demikian butiran – butiran agregat pada keadaan jenuh kering muka atau SSD tidak menyerap air dan tidak menambah jumlah air bila dipakai dalam campuran aduk beton.
  4. Basah, pada keadaan ini butir – butir agregat mengandung banyak air, baik dalam butiran maupun permukaan agregat, sehingga jika dipakai untuk campuran adukan beton penggunaan air harus dikurangi

Dari keempat keadaan tersebut diatas, yang sering digunakan dalam dasar hitungan ialah agregat dalam keadaan kering oven dan jenuh kering muka atau SSD.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates