Home / Contact / Drainase Konstruksi Perkerasan (Drainage of Structure)
286 views

Drainase Konstruksi Perkerasan (Drainage of Structure)

Ganbar : Drainase Konstruksi Perkerasan

Ganbar : Drainase Konstruksi Perkerasan

DRAINASE KONSTRUKSI PERKERASAN

Suatu bangunan pelengkap jalan dengan bentang kurang dari 6,00 meter dikelompokan dalam gorong-gorong (culvert) dan untuk 6,00 meter disebut jembatan.

BAHAN MATERIAL

a.  Secara umum dapat dikelompok sebagai berikut :

No. Type Gorong-2 Potongan Melintang Material yang digunakan
1 Pipa tunggal atau lebih Metal gelombong, beton bertulang, beton tumbak besi cor dsb.
2 Pipa lengkung tunggal atau lebih Metal gelombang
3 Box culvert (gorong-2 persegi) Beton bertulang
4 Gorong-2 jembatan tunggal atau lebih Beton bertulang
5 Lengkung Beton bertulang, metal gelombang, pasang batu, dan lain sebagainya

b.  Standar rujukan (bahan/material)

AASHTO MI70 “Reinforced Concerete Culvert, Storm Drain and sewer pipe”.
AASHTO M36 – 78 “ Zine Coated (glavanized) Corrugated iron or Stell Culvert and under drains”.

  1. Landasan
    Material berbutir kasar untuk landasan saluran beton, gorong-gorong pipa dan struktur lainnya seperti 2.4
  2. Beton
    Beton yang digunakan harus memenuhi 7.1
  3. Baja tulangan untuk beton
    Seluruh baja tulangan harus memenuhi 7.2
  4. Gorong-gorong pipa (beton)
    Harus dari beton bertulang pracetak dan memenuhi persyaratan AASHTO M170
  5. Gorong-gorong pipa (carrugated)
    Yang dipakai harus terbubat dari logam yang digalvanisir, besi atau baja dan harus memenuhi persyaratan AASHTO M36-78
  6. Pasangan batu
    Material untuk tembok kepala pasangan batu harus memnuhi 7.4
  7. Pekerjaan pasangan adukan batu
    Material untuk lapisan pasangan adukan batu, perlindungan terhadap gerusan dan struktur minor lainnya, harus memnuhi 2.2
  8. Adukan
    Adukan untuk sambungan pipa dan kelilingnya harus dari adukan semen sesuai 7.3
  9. Material penyaringan
    Material penyaring yang digunakan untuk pekerjaan harus memenuhi 2.4
  10. Pengurukan kembali
    Material urugan yang digunakan untuk pekerjaan harus memenuhi 3.2

PERALATAN

Jenis peralatan yang digunakan untuk drainase konstruksi perkerasan, tergantung kepada jenis pekerjaan drainase konstruksi perkerasan yang dilaksanakan. Untuk pekerjaan yang menggunakan pasangan batu, diperlukan peralatan sebagai berikut :
a.  Loader
b.  Dump Truk
c.  Platbed Truck
d.  Water Pump

CARA PELAKSANAAN

1.  Persiapan tempat kerja

  • Penggalian & persiapan galian serta fundasi saluran beton & gorong–gorong harus dilakukan 3.1 khusunya 3.1.2.(4).
  • Material untuk landasan harus ditempatkan sesuai dengan 2.4 dan 2.4.3.(2).
    Lokasi gorong–gorong dapat ditentukan secara tepat apabila pertimbangan yang diambil dari peta–peta topograpi juga berdasarkan peninjuan langsung dilapangan.

2.  Kemiringan gorong–gorong

Pada prinsipnya, kemiringan gorong–gorong dibuat sama dengan kemiringan sungai sebagai hulu atau hilir dari tempat gorong–gorong agar tidak terjadi erosi atau endapan, kemiringan ini tergantung dari :
–   Diameter gorong–gorong
–   Debit air yang lewat (atau kecepatan aliran)
–   Sifat tanah dari dasar sungai

Umumnya kemiringan terletak antara 0,5 – 2%

Gambar 19

Gambar 19

 

Apabila gorong–gorong dibuat dengan kermingan kurang landai/terlalu rendah terhadap garis aliran, maka tendesinya akan terjadi endapan.

Gambar 20

Gambar 20

Apabila gorong–gorong terletak pada tempat dengan kemiringan yang terlalu landai, mengakibatkan erosi pada bagian pengluarannya (outlet).

Gambar 21

Gambar 21

3.  Penempatan gorong–gorong pipa (beton)

  • Pipa harus ditempatkan dengan hati–hati, bibir sambungan harus terpasang baik ke dalam kedudukannya, sesuai dengan garis dan kelandainnya.
  • Sebelum melanjutkan bagian pipa yang berikutnya dipasang, bagian bawah bukaan yang sebelumnya harus diberi adukan pada sisi dalam yang cukup sehingga bagian dalam dari pipa berikutnya rapat dan rata.
    Pada saat yang sama bagian atas juga harus diberi adukan yang sama.
  • Setelah pipa dipasang, selebihnya dari sambungan harus diisi dengan adukan, dan adukan tambahan harus diberikan untuk membentuk selimut disekililing sambungan.
    Bagian dalam dari sambungan harus disapu dan diselesaikan hingga rata. Adukan pada bagian luar harus dipertahankan tetap lembab untuk dua hari.
  • Pengurungan kembali dan pemadatan sekeliling dan di atas gorong–gorong pipa harus dilaksanakan.
    Untuk timbunan menggunakan material yang memenuhi kebutuhan yang diberikan untuk timbunan pilihan.
    Material harus terdiri dari tanah atau kerikil yang bebas dari gumpalan lempung dan bahan– bahan tetumbuhan serta yang tidak mengandung batu yang tertahan pada saringan 25 mm.
  • Urugan harus dilakukan sampai tinggi minimum 30 cm di atas puncak pipa dan terkecuali dalam galian jarak minimum 1 x 0 dari sumbu pipa kesalah satu sisi.
    harus diperhatikan bahwa pengurugan kembali dibawah selubung pipa betul–betul terpadatkan.
  • Alat berat dan mesin gilas harus tidak boleh beroperasi lebih dekat dari 1.5 meter sampai pipa telah dilapisi paling sedikit kedalam 60 cm diatas puncak pipa.
    Peralatan ringan dapat beroperasi dalam batas tertentu diatas asal pengurugan kembali telah mencapai 30 cm di atas puncak pipa.

4.  Penempatan gorong–gorong pipa (corrugated)

  • Pipa Corrugated di pasang dilokasi penempatannya atau di pasang di dalam saluran/parit yang sudah dipersiapkan.
  • Pipa Corrugated yang telah di sambung lebih dahulu harus diturunkan ketempatnya dengan alat gantungan dan bentuknya jangan terlalu panjang yang akan berakibat sambungan terketuk. Pengangkutan dan pemasangan harus dilakukan secara hati–hati untuk menghindari kerusakan ujungnya.
  • Semua pipa corrugated harus saling mengunci dan sambungan harus baik untuk menghindarkan desakan.

5.  Pembangunan gorong–gorong persegi

  • Gorong–gorong dan pelat harus dibangun sesuai dengan gambar dan dimensi yang ditentukan dalam gambar.
  • Seluruh pekerjaan beton bertulang harus memenuhi 7.1
  • Seluruh pekerjaan pasangan batu harus memenuhi 7.4

6.  Tembok kepala dan struktur tempat masuk dan keluar

Landasan kolom selokan, pekerjaan perlindungan terhadap gerusan yang berhubungan dengan pekerjaan gorong–gorong harus dibangun dengan pasangan adukan batu seperti 2.2

7.  Perpanjangan dari gorong–gorong yang ada

  • Bila perpanjangan dari gorong–gorong yang ada membutuhkan pembokaran tembok kepala yang ada, atau tembok sayap atau bagian lainnya, maka bagian tersebut harus hati–hati di bongkar 7.6. sehingga tidak merusak pipa ataur struktur lainnya yang tidak dibongkar.
  • Apabila gorong–gorong yang ada dan sambungan mempunyai bentuk yang berbeda, yang tidak memungkinkan sambungan standar dapat dilakukan, maka selimut keliling beton harus di bangun untuk membentuk sambungan.
  • Semua gorong–gorong yang ada sebagaimana gorong–gorong yang diganti, diperpanjang atau baru di pasang, harus dibersihkan dari semua puing dan sisanya dan dirawat.

8.  Pembangunan saluran beton

  • Saluran beton bertulang dan pelat penutup harus di bangun sesuai dengan garis dan elevasi yang ditetapkan.
    Saluran dapat di bentuk ditempat atau pracetak dan di pasang bagian demi bagian.
    Pelat penutup harus dibangun sebagai unit pracetak.
  • Untuk saluran yang dibentuk di tempat, tepi galian dapat digunakan sebagai ganti kerangka cetakan, dalam hal ini tebal dari dinding dan selimut tulangan harus di tambah dengan 25 mm.
  • Lubang saling harus dibuat pada dinding saluran
  • Untuk saluran yang di cor ditempat, sambungan konstruksi harus dilakukan pada selang jaran ± 10 meter sambungan tersebut.

9.  Jadwal pekerjaan

Drainase konstruksi perkerasan yang memuaskan harus beroperasi sebelum pekerjaan galian/urugan dilakukan.
Dalam banyak hal pekerjaan gorong–gorong harus disesuaikan terlebih dahulu sebelum pekerjaan timbunan dimulai.

10.  Pengunaan dan pembuangan material jalan

Pasal 3.1.1 (11) harus berlaku

11.  Pengembalian bentuk tempat kerja dan pembersihan pekerjaan sementara

Pasal 3.2.2 (12)

Pekerjaan drainase konstruksi perkerasan yang berhubungan dengan kegiatan lain :
a.  Penyatuan dan pengendalian lalu lintas.
b.  Field enginnering.
c.  Selokan dan saluran air.
d.  Pasangan adukan batu.
e.  Drainase porouns.
f.  Galian.
g.  Timbunan.
h.  Adukan semen.
i.  Pekerjaan beton.

MENGUJI KUALITAS

Untuk pekerjaan drainase konstruksi perkerasan yang terdiri dari gorong–gorong beton bertulang, saluran badan dan pipa saluran pembuang jika diperlukan suatu uji kualitas, maka dapat dilakukan mengikuti pedoman uji yang dijelaskan dalam standar – rujukan AASHTO M 170.

DIMENSI

Ukuran gorong–gorong.

Sangat tergantung dari debit air serta keadaan lapangan.
Besar lubang saluran dala M2 yang telah disusun berdasarkan rumus Tabot sebagai berikut :

A = C∜D3

Dimana :
A  =  Luas bukaan square feet.
D  =  daerah pengaliran dalam area.
C  =  Koefisien ang tergantung dari kemiringan, bentuk dan karakteristik daerah yang dikeringkan, yaitu :

0,2  =  untuk daerah datar.
0,5  =  untuk daerah pertanian ber–bukit–bukit.
0,7  =  untuk daerah berbukit kasang dengan kemiringan sedang.
1,0  =  untuk daerah yang curam, tandus serta daerah bergunung–gunung.

PERBAIKAN DARI PEKERJAAN YANG TIDAK MEMUASKAN

Seluruh pekerjaan dan material untuk pembangunan gorong–gorong dan seluruh beton harus sesuai dengan toleransi dimensi dan sesuai dengan ber–macam–macam syarat untuk perbaikan pekerjaan.

Baca : Material Perkerasan Jalan.

Apabila gorong–gorong pada gambar 21 dapat diperbaiki dengan menempatkan gorong–gorong pada kemiringan yang tepat, dan lereng di bawah bagian pengeluaran, diberi pasangan batu kosong.
Suatu lantai olakan (dibagian pengeluaran) dapat pula dibuat untuk mengurangi daya erosi dari air.

Gambar 22

Gambar 22

PEMELIHARAAN

Pemeliharaan drainase konstruksi perkerasan dilakukan dengan tujuan untuk menyebabkan kondisi bangunan agar pengaliran air tetap lancar.
Pada bangunan drainase konstruksi perkerasan yang mengalami kerusakan berat setempat, misalnya : longsor pada lerang saluran, lubang pada gorong–gorong perlu segera dilakukan perbaikan.
Ada juga gangguan pengaliran air yang bukan disebabkan oleh kerusakan bangunan deras pengendapan lumpur.
Untuk itu maka endapan lumpur yang terjadi perlu segera dikuras.

Sumber : Sertifikasi Ahli Pelaksana Jalan/Ahli Pelaksana Jembatan (HPJI).

Baca Juga : Drainase Talud (Slope Drainage).

3 comments

  1. Incredible points. Sound arguments. Keep up the good effort.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates