Home / Contact / Tebing Jalan atau Lereng Jalan
257 views

Tebing Jalan atau Lereng Jalan

Gambar : Tebing Jalan

Gambar : Tebing Jalan

MAKSUD TEBING JALAN :

Tebing jalan atau lereng jalan terjadi karena adanya daerah timbunan atau daerah galian yang dapat merupakan bagian dari daerah manfaat jalan dan merupakan konstruksi bidang tanah alam atau dibuat dengan sudut terhadap bidang horizontal.

TUJUAN :

Tujuan pembentukan tebing jalan dengan kemiringan tertentu pada suatu daerah galian, pada kedua sisi badan jalan adalah mencegah terjadinya longsor akibat gerakan tanah arah horizontal ataupun gesekan rotasi.

FUNGSI :

–  Mengalirkan air dari perkerasan dan bahu jalan menjauhi jalan.
–  Mencegah pengaliran dari bagian luar masuk kesuatu jalan.

JENIS :

–  Tebing tanah : talud timbunan, talud galian.
–  Tebing dengan pasangan batu/tembok panahan.

A.  TEBING TANAH

1.  BAHAN YANG DIGUNAKAN

Ada beberapa jenis tanah yang dapat digunakan pada pekerjaan pembuatan tebing tanah. Diantaranya adalah sebagai berikut :

a.  Lempung kering.
b.  Lempung lembab (yang dapat dikeringkan dengan baik).
c.  Lempung basah.
d.  Tahan terkonsolidasi.
e.  Tanah dengan tanaman kering.
f.  Tanah dengan tanaman berair.
g.  Tanah dengan tanaman sangat basah.
h.  Tanah dengan tanaman berlumpur.
i.  Kerikil.
j.  Sirtu.
k. Humus.
l.  Pasir kering halus.
m.  Pasir basah.
n.  Pasir sangat basah.
o.  Batuan.

2.  PERALATAN YANG DIGUNAKAN

a.  Cangkul.
b.  Pengki.
c.  Tangki air.

3.  CARA MELAKSANAKAN

–  Tebing dikembalikan pada bentuk semula.
–  Jika diperlukan dapat dibuat tembok penahan.

4.  PENGUJIAN

Pengujian dilakukan terhadap material tebing sedemikian rupa sehingga tidak terjadi pelepasan butir atau longsor.

5.  DIMENSI

Sudur lereng berkisar antara 26 sampai dengan 63O, tergantung kepada jenis tanah lereng tersebut.

6.  KESALAHAN/PERBAIKAN

Kesalahan terjadi pada kemiringan lereng yang tidak tepat, sehingga masih terjadi pelepasan butir atau longsor, oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan .

7.  PEMELIHARAAN

Pemeliharaan tebing jalan adalah menghindarkan tebing jalan dari kerusakan akibat air sehingga tetap dapat mempertahankan stabilitas dan bentuknya.

Dilakukan 2 (dua) macam cara :

  • Kegiatan rutin :
    pengawasan terhadap tumbuh–tumbuhan.
  • Kegiatan periodik :
    – perbaikan akibat erosi / longsor.
    – Perbaikan akibat kesalahan pembuat bentuk.

a.  Kegiatan Rutin

Apabila tebing jalan atau lereng jalan di tumbuhi tumbuh–tumbuhan secara berlebihan dimana hal ini terutama disebabkan karena kurangnya pemotongan rumput, pembersihan semak–semak dan pemangkasan pohon.

Baca : Biaya Pengaspalan Jalan Hotmix Per Meter Persegi.

Apabila pengawasan terhadap tumbuh–tumbuhan diabaikan, akan mengakibatkan :
–  Pohon yang tumbuh miring dapat roboh dan menutupi lalu lintas.
–  Jarak pandang pengemudi kendaran menjadi berkurang.
–  Tumbuh–tumbuhan dapat merusak sistem drainase lereng.

Kegiatan pemeliharaan meliputi :
– Pengawasan terhadap tumbuh–tumbuhan.

b.  Kegiatan Periodik

Pengawasan terhadap erosi/longsor :

  1. Air hujan yang berpusat disaluran atas dari lereng, dapat mengakibatkan permukaan air mengikis dan menghanyutkan lereng. Apabila hal ini diabaikan, akan terjadi longsoran lereng, yang akan membendung saluran tepi jalan yang terletak di kaki lereng atau dijurang tanggul timbunan.
    Kegiatan pemeliharan :
    –  Cutt off ditch for cuttings.
    –  Bahu jalan.
    –  Saluran pengumpul dan saluran peluncur.
    –  Gebalan rumput penutup.
    –  Perlindungan dengan pasangan batu.
  2. Bagian dari lereng tergelincir yang disebabkan oleh kemiringan lereng terlalu terjal atau lereng terlalu tinggi air dapat meresap ke dalam tanah dari atas, jadi memperlemah lereng itu. Apabila hal ini diabaikan maka tanah pada lereng dapat terus bergerak ke bawah dan menutup lalu lintas jalan.
    – Air pada saluran tepi jalan tidak mengalir dan akan terjadi penggenangan

Kegiatan pemeliharaan meliputi :
–  Pengembalian lereng kebentuk semula dengan pemotongan.
–  Terrasering (lereng dibuat bertangga–tangga).

B.  TEBING DENGAN PASANGAN BATU/TEMBOK PENAHAN

1.  BAHAN YANG DIGUNAKAN

Tebing dengan pasangan batu bisa merupakan pasangan batu kali, bisa juga merupakan pasangan beton bertulang.
Bahannya batu, pasir, semen, air dan besi tulangan.

2.  PERALATAN YANG DIGUNAKAN

a.  Sendok tembok.
b.  Cangkul.
c.  Sekop.
d.  Alat pengaduk.

3.  CARA MELAKSANAKAN

Permukaan pasangan batu dibuat mengikuti kemiringan lereng.

4.  PENGUJIAN

Pengujian dilakukan terhadap material batu, pasir, semen, air dan besi tulangan yang mana harus memenuhi spesifikasi yang ditentukan.

5.  DIMENSI

Sudut lereng pemasangan batu mengikuti sudut lereng tanah yang ada.

6.  KESALAHAN/PERBAIKAN

Kesalahan bisa terjadi pada pemakaian campuran material yang kurang benar. Untuk itu perlu diperbaiki.

7.  PEMELIHARAAN

Pemeliharaan dilakukan terhadap pasangan batu yang retak–retak atau pecah. Untuk itu perlu perbaikan dengan menggunakan air semen.

Sumber : Sertifikasi Ahli Pelaksana Jalan/Ahli Pelaksana Jembatan (HPJI).

Baca Juga : Drainase Konstruksi Perkerasan (Drainage of Structure).

2 comments

  1. Mohon informasinya min ….
    Apa perbedaan secara spesifik antara tebing jalan dengan tebing tanah?
    Mohon ulasannya ..
    Terimakasih salam kenal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates