Home / Contact / Penyiapan Tanah Dasar (Subgrade)
346 views

Penyiapan Tanah Dasar (Subgrade)

Gambar : Penyiapan Tanah Dasar

Gambar : Penyiapan Tanah Dasar

PEKERJAAN BAGIAN–BAGIAN PERKERASAN JALAN

Pembahasan pekerjaan bagian–bagian perkerasan jalan ini di susun sesuai urutan dalam Dokumen Kontrak buku volume–3 spesifikasi.

I.  PENYIAPAN TANAH DASAR (SUBGRADE)

Tanah dasar (subgrade) adalah permukaan tanah (asli atau tidak asli) atau permukaan jalan kerikil yang dibentuk sesuai dengan rancangan, dipadatkan, yang dipersiapkan untuk pemasangan lapisan di atasnya.

Baca : Jasa Pengaspalan Jalan Karya Usaha Aspal Hotmix.

Pekerjaan yang tercakup dalam pekerjaan Penyiapan Tanah Dasar adalah mengurug, menggali, menggaruk, membentuk dan memadatkan dengan alat pemadat yang sesuai.

1.  Hal yang perlu diperhatikan pada Pelaksanaan :

  1. Jadwal kerja : pekerjaan penyiapan Tanah Dasar harus dikerjakan setelah bagian–bagian pekerjaan yang akan berada di bawah permukaan Tanah Dasar (seperti pemadatan badan jalan, pemasangan gorong–gorong tembok kepala gorong–gorong, tembok kepala gorong – gorong dan struktur lainnya) selesai dikerjakan.
    Apabila tenggang waktu pengerjaan Tanah Dasar dengan pemasangan lapisan di atasnya cukup lama, permukaan Tanah Dasar tersebut akan rusak kembali. Karena itu jadwal kerja penyiapan Tanah Dasar harus disesuaikan dengan rencana pekerjaan lapisan di atasnya.
  2. Diperiksa apakah tanah asli cukup baik. Apabila cukup baik diambil contoh untuk pengujian di laboratorium terhadap daya dukung, kadar air optimum, kepadatan maksimum dan lain–lain. Demikin pula contoh tanah urug (apabila diperlukan urugan).
    Apabila tanah asli kurang baik, misalnya banyak mengandung bahan organik, jenis tanah expansif atau daya dukungnya sangat rendah, tanah asli tersebut harus dibuang sampai kedalaman tertentu dan diganti dengan tanah yang memenuhi syarat.
  3. Pekerjaan membentuk permukaan Tanah Dasar dipersiapkan untuk mencapai elevasi permukaan tanah dasar, bentuk kemiringan melintang dan kemiringan memanjang sesuai dengan rancangan.
    Bentuk geometrik tersebut dibuat dengan cara mengurug, menggali atau menggaruk. Setelah badan jalan terbentuk, dipadatkan dengan alat pemadat yang sesuai sampai mencapai kepadatan yang disyaratkan spesifikasi.
  4. Permukaan Tanah Dasar harus halus dan rata. Ketidakrataan permukaan Tanah Dasar tidak boleh melebihi permukaan Tanah Dasar tidak boleh melebihi toleransi yang diijinkan dalam spesifikasi.
  5. Pada setiap lapisan Urugan atau Galian untuk Tanah Dasar yang telah dipadatkan harus dilakukan pengujian sifat–sifat dari lapisan diantaranya kadar air, kepadatan tanah, kerataan dan lain–lain.
  6. Pemeliharaan Tanah Dasar yang telah dikerjakan termasuk dalam pekerjaan ini sampai lapisan diatasnya dihampar.

2.  Pengukuran Hasil Kerja dan Pembayaran

Hasil kerja dibayar menurut mata pembayaran :

– 3.3 Penyiapan Badan Jalan dalam meter persegi.

Pembayaran hasil kerja merupakan perkalian volume hasil kerja dengan harga satuan mata pembayaran dalam kontrak.
Hasil Pekerjaan Penyiapan Tanah Dasar diukur dari perkalian panjang dengan lebar dari pekerjaan yang dapat diterima.
Dalam hal penyiapan Tanah Dasar memerlukan urugan atau galian cukup besar, maka pekerjaan ini akan masuk ke dalam pekerjaan Urugan atau Galian.

Sumber : Sertifikasi Ahli Pelaksana Jalan/Ahli Pelaksana Jembatan (HPJI).

Baca Juga : Perkerasan Jalan Secara Umum.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates