Lasbutag dan Latasbusir
PEKERJAAN BAGIAN–BAGIAN PERKERASAAN JALAN
Pembahasan pekerjaan bagian–bagian perkerasan jalan ini di susun sesuai urutan dalam Dokumen Kontrak buku volume – 3 spesifikasi.
X. LASBUTAG DAN LATASBUSIR
Pekerjaan Lasbutag dan Latasbusir adalah pekerjaan menghampar campuran aspal batu buton dengan agregat yang diberi bahan peremaja aspal di atas permukaan yang telah dipersiapkan untuk lapis permukaan.
Material yang dipergunakan untuk Lasbutag dan Latasbusir adalah aspal batu buton, agregat dan bahan peremaja aspal yang terdiri dari flux oil dan/atau aspal cut back.
Lapis Lasbutag atau Latasbusir dapat dihampar di atas permukaan lapis pondasi Agregat kelas A atau di atas lapis perkerasan aspal.
Baca : Penguatan Perkerasan Aspal.
Latasbusir digunakan pada jalan dengan lalu lintas yang rendah, sedangkan lasbutag dipergunakan untuk lalu lintas yang volumenya lebih tinggi dibandingkan Latasbusir.
Namun kedua lapis tersebut kurang baik apabila digunakan untuk daerah–daerah dengan tanjakan tinggi dan banyak tikungan.
Pekerjaan Lasbutag dan Latasbusir meliputi pengadaan semua fraksi material agregat, menyediakan aspal batu buton, menyediakan bahan peremaja aspal, membuat perencanaan campuran, mencampur material dengan alat pencampur dan memeram ditempat pemeraman, mengangkut campuran yang telah diperam ke lokasi penghamparan, menghampar campuran dam memadatkannya dengan alat pemadat yang sesuai.
1. Hal–hal yang perlu diperhatikan pada pelaksanaan :
1.1. Persiapan Material :
Semua material yang dipergunakan termasuk aspal buton harus memenuhi syarat yang ditetapkan spesifikasi.
Gradasi aspal batu buton harus dipecah agar memenuhi gradasi seperti tabel IV. 10. 1 dengan kadar air maksimum 6%, sedangkan gradasi agregat harus memenuhi tabel IV.10.2 dan IV.10.3
Sifat–sifat minyak modifier berat harus memenuhi tabel IV.10.4, minyak pelunak tabel IV.10.5 dan penggunaan, sifat–sifat dan contoh komposisi bahan peremaja tabel IV.10.6.
1.2. Perencanaan Campuran Material :
Perencanaan campuran Lasbutag dan Latasbusir tidak dilakukan dengan cara mencari berat isi maksimum, melainkan seperti pada campuran ATB dan HRS dilakukan dengan prosedur tiga langkah dasar, yaitu :
- Seleksi resep campuran nominal untuk digunakan sebagai suatu dasar referensi untuk campuran–campuran percobaan.
- Melakukan campuran–campuran percobaan untuk memilih suatu resep campuran yang optimum.
- Penegasan campuran yang optimum dengan cara pengujian, bila perlu dengan mengadakan penyesuaian dari resep campuran yang dipilih.
Fraksi rencana campuran agregat nominal untuk langkah (1) dan sifat–sifat campuran yang disyaratkan terdapat dalam tabel IV.10.7
Prosedur untuk melakukan percobaan/perencanaan campuran ditetapkan dalam Spesifikasi.
Campuan terpilih ini disebut Job Mix.
1.3. Pencampuran :
Pencampuran dapat dilakukan dengan AMP atau dapat pula dengan beton molen yang syarat–syarat dan kapasitasnya ditentukan dalam spesifikasi. Perlatan–peralatan lainnya seperti untuk peremaja aspal juga telah diatur dalam spesifikasi.
1.4. Penghamparan dan Pemadatan :
- Persiapan lapangan sesuai dengan yang telah diuraikan dalam pekerjaan Lapis Resap Pengikat dan Lapis Perekat.
- Peralatan penghamparan dan pemadatan harus sesuai dengan peralatan seperti yang disyaratkan dalam spesifikasi
- Penghamparan dilakukan sedemikian rupa sehingga tebal padat yang didapat sesuai dengan tebal yang tercantum dalam gambar rencana.
- Penghamparan dapat dilakukan dengan finisher atau dengan alat manual seperti yang diatur dalam spesifikasi. Pemadatan harus dilakukan dengan dua macam alat pemadat
Tabel IV.10.1 : Persyaratan Gradasi Aspal Batu Buton untuk campuran Aspal Panas
| Ukuran Saringan (mm) |
% Lolos |
| 12.7 4.75 0.600 |
100 90 – 100 35 – 100 |
Tabel IV.10.2 : Persyaratan Gradasi Agregat Kasar
| Ukuran Saringan (mm) |
ASTM | % berat yang lolos |
| 19 12.7 9.5 4.75 0.075 |
3/4 “ 1/2 “ 3/8 “ # 4 # 200 |
100 30–100 0–55 0–10 0–1 |
Tabel IV.10.3 : Persyaratan Gradasi Agregat Halus
| LATASBUSIR KLAS A |
LASBUTAG & LATASBUSIR KELAS B |
||
| Ukuran Saringan mm |
ASTM | % berat yang lolos | % berat yang lolos |
| 9.5 4.75 2.30 0.600 0.075 |
3/8 # 4 # 8 # 30 # 200 |
100 72 – 100 72 – 100 25 – 100 0 – 8 |
100 98 – 100 93 – 100 76 – 100 0 – 8 |
Tabel IV.10.4 : Spesifikasi untuk Minyak Modifier Berat
SIFAT |
SATUAN |
MINIMUM |
MAXIMUM |
| Vikositas Kinematik Pada 40OC |
cst | 250 | 1000 |
| Titik Nyala AASHTO T73 – 81 | 0C | 122 | — |
| Berat Jenis pada 15oC | kg/L | 0.945 | — |
| Kadar air | % berat Semula |
— | 0.2 |
| Distilasi (AASHTO T78 – 80) (a) Titik didih awal |
0C | 260 | — |
| (b) Sisa dari distilasi sampai 360oc | % berat dari benda uji semula |
70 |
Tabel IV.10.5 : Spesifikasi untuk Minyak Pelunak
| SIFAT | SATUAN | MINIMIM | MAXIMUM |
| Titik Nyala AASHTO T 73 – 81 |
0C | 32 | — |
| Berat Jenis pada 15oC | kg/L | 0.77 | 0.83 |
| Kadar air AASHTO T 55 – 78 |
% berat |
— | 0.15 |
| Distilasi AASHTO T 78 – 80 | |||
| (a) Titik Didih awal (b) 50% terdiatilasi (c) Titik didih akhir |
0C 0C 0C |
144 160 — |
— 200 290 |
Tabel IV.10.6 : Penggunaan Sifat–sifat dan Contoh Komposisi untuk Bahan Peremeja
![]()
Catatan : (1) Untuk komposisi campuran yang dipilih dari aspal Asbuton, bahan peremaja dan aspal residual dari precoat.
Tabel IV.10.7 : Uraian dan Sifat-sifat Lasbutag dan Latasbusir
![]()
Fraksi – Fraksi Rencana Campuran Nominal
| Fraksi Agregat Kasar ( > : 8) Fraksi Filler ( # 200 ) |
(CA)
(FF) |
0 – 10 (2)
17 |
10.1 – 23 (2)
15 |
30
12 |
- Rongga Potensial : Rongga udara + rongga yang terisi air dari kerosen.
- Tegantung pada kadar CA dari pasir.
- “Kuosien Marshall” didefinisikan sebagai Stabilitas Marshal dibagi dengan Kelelehan Marshal
- Pemadatan Marshall.
Metode A : AASHTO T245 – 82 125 x 2 tumbukan pada 500C.
Metode B : AASHTO T245 – 82 200 x 2 tumbukan pada 900C. - Stabilitas Marshall minimum dari LASBUTAG dapat diturunkan menjadi 200 kg untuk jalan dengan lalu lintas rendah (LHR <1000).
Yaitu pemadatan roda besi dan pemadat roda karet.
1.5. Pengendalian dan Pengujian Mutu :
- Sifat–sifat agregat dan aspal selalu diperiksa seperti disyaratkan spesifikasi.
- Pengambilan contoh campuran dilakukan setiap 100 ton produksi untuk ekstraksi aspal, gradasi, kadar air, stabilitas marshall dan kadar rongga.
- Kepadatan Lapisan Lasbutag dan Latasbusir diperiksa dengan cara Sand-cone dengan frequensi yang ditetapkan spesifikasi.
2. Pengukuran Hasil Kerja dan Pembayaran
Pembayaran hasil kerja :
Pembayaran dilakukan dalam mata pembayaran–mata pembayaran :
- 6.4 (1) Lasbutag dalam meter persegi.
- 6.4 (2) Latasbusir Kelas A dalam meter persegi.
- 6.4 (3) Latasbusir Kelas B dalam meter persegi.
- 6.4 (4) Bitumen Asbuton dalam ton.
- 6.4 (5) Bitumen Bahan Peremaja dalam ton.
- 6.4 (6) Bahan Anti Striping dalam Liter.
Pembayaran hasil kerja merupakan perkalian volume hasil kerja tiap mata pekerjaan dengan harga satuan mata pembayaran tersebut dalam kontrak.
Pengkuran hasil kerja :
Cara pengukuran hasil kerja untuk mata pembayaran Lasbutag, Latasbusir kelas A dan Latasburi kelas B sama dengan cara pengukuran untuk pekerjaan Campuran Aspal Panas yang pengukurannya dilakukan dalam meter persegi.
Di dalam hal Direksi Teknik menyetujui ketebalan lebih kecil dari ketebalan rancangan nominal, harga satuan mata pembayaran 6.4 (1) sampai dengan 6.4 (5) harus dikoreksi menjadi = (harga satuan penawaran) dikalikan (ketebalan nominal yang diterima) dibagi (ketebalan nominal rencana).
Cara menghitung kwantitas Bitumen Asbuton yang harus dibayar dipakai : (luas campuran yang diterima) dikalikan (tebal nominal rancangan) dikalikan (berat volume laboratorium) dikalikan (kadar asbuton dalam campuran kerja yang disetujui ) dibagi (100).
Kwantitas bahan peremaja dihitung dengan rumus : (tebal nominal rancangan) dikalikan (berat volume laboratorium) dkalikan (total kadar bitumen campuran kerja yang disetujui) dikurangi (kadar bitumen asbuton dalam campuran kerja yang disetujui)) dibagi (100).
Sumber : Sertifikasi Ahli Pelaksana Jalan/Ahli Pelaksana Jembatan (HPJI).
Baca Juga : Burtu dan Burda.
One comment
Pingback: Campuran Aspal Dingin - Trigonometri Consultant