Home / Contact / Campuran Aspal Dingin
474 views

Campuran Aspal Dingin

Campuran Aspal Dingin

Campuran Aspal Dingin

PEKERJAAN BAGIAN–BAGIAN PERKERASAAN JALAN

Pembahasan pekerjaan bagian–bagian perkerasan jalan ini di susun sesuai urutan dalam Dokumen Kontrak buku volume – 3 spesifikasi.

XI.  CAMPURAN ASPAL DINGIN

Pekerjaan Campuran Aspal Dingin adalah pekerjaan menghampar Campuran agregat dengan aspal dingin untuk pekerjaan pemeliharan, perbaikan dan pelapisan permukaan jalan. Campuran ini dapat berupa campuran tipis, campuran bergradasi terbuka tau bergradasi rapat.

Bahan material yang dipakai adalah agregat kasar, agregat halus dan aspal dingin. Jenis aspal yang dipakai dapat terdiri dari aspal dingin dari aspal cut back jenis MC atau aspal emulsi jenis MS.
Pekerjaan campuran Aspal Dingin dapat dipakai untuk pekerjaan kecil–kecil pada pemeliharaan, pelebaran jalan, perbaikan bentuk permukaan dan pelapisan kembali permukaan jalan aspal.

Baca : Aspal Emulsi.

Perkerjaan Campuran Aspal Dingin meliputi pengadaan semua fraksi material agregat, menyediakan aspal cut back atau aspal emulsi , mencampur material dengan alat pencampur dan memeram ditempat pemeraman, mengangkut campuran yang telah diperam ke lokasi penghamparan, menghampar material campuran dan memadatkanya dengan alat pemadat yang sesuai.

1.  Hal–hal Yang Perlu Diperhatikan Pada Pelaksanaan :

1.1.  Semua material termasuk aspal yang akan dipakai harus diperiksa dan memenuhi syarat yang ditetapkan spesifikasi.
Gradasi agregat kasar harus memenuhi tabel IV. 11. 1. dan agregat halus tabel IV. 11. 2.
Aspal yang dipakai harus aspal yang sifat–sifatnya memenuhi persyaratan yang terdapat dalam rujukan pada tabel IV.11.3.

1.2.  Dibuat rancangan campuran yang memenuhi komposisi dan sifat–sifat campuran yang disyaratkan dalam Spesifikasi (tabel IV.11.4). Berbeda dengan campuran lain, untuk rancangan Campuran Aspal Dingin di Laboratorium tidak akan langsung disetujui oleh Direksi sebelum dilakukan percobaan penghamparan dan peamadatan di lapangan serta dibuktikan bahwa lapisan yang dihampar dengan rancangan tersebut mampu bertahan terhadap deformasi serta tahan terhadap kondisi–kondisi lain dilapangan.

Tabel IV.11.1 : Persyaratan Gradasi Agregat Kasar

Tabel. IV.11.2 : Persyaratan Gradasi Agregat Halus

Tabel IV.11.3 : Bahan Bitumen untuk Campuran Dingin

Tabel IV.11.4 : Persyaratan Kompisis dan Sifat–Sifat Campuran Aspal Dingin

1.3.  Pemcampuran material dilakukan dalam temperatur udara (tidak dipanaskan) dengan mesin molen atau AMP. Material yang dicamur dengan MC harus dieramkan selama satu minggu, sedangkan untuk campuran daengan MS dapat langsung dipakai.

1.4.  Pengangukutan, penghamparan dan pemadatan dilakukan seperti pada Campuran Aspal Panas, hanya tidak ada persyaratan temperatur. Penghamparan untuk pekerjaan kecil (untuk penambalan) dapat dilakukan dengan cara manual dan pemadatannya apabila terpaksa dapat dilakukan dengan mesin pemadat kecil yang digetarkan atau dengan stemper, sedangkan untuk pekerjaan yang relatif besar harus dengan alat pemadat roda besi (tidak disyaratkan adanya alat pemadat roda karet).
Penghamparan Campuran Aspal Dingin tidak boleh dilakukan setelah jam 3 sore.

1.5.  Setelah dilakukan pemadatan permukaan lapisan harus ditabur abu batu atau pasir halus kemudian dipadatkan. Untuk campuran dengan aspal emulsi, penaburan harus menunggu matang (pecah aspal).

2.  Pengukuran Hasil Kerja dan Pembayaran.

Pembayaran Hasil Kerja :
Pembayaran yang dilkukan dalam mata pembayaran :

– 6.5 (1)  Aspal Campuran Dingin dalam meter kubik

Pembayaran hasil kerja merupakan perkalian volume hasil kerja dengan harga satuan mata pembayaran tersebut dalam kontrak.

Pengukuran Hasil Kerja :
Pengukuran Hasil Kerja dibedakan dalam dua pekerjaan, yaitu pekerjaan minor dan pekerjaan pelapisan kembali
Untuk Pekerjaan minor kwantitas kerja di dapat dari hasil kali luas pekerjaan dengan tebalnya. Luas dan tebal pekerjaan diambil dari catatan harian pekerjaan.
Untuk pekerjaan pelapisan kembali, pengukuran kwantitas sama dengan pengukuran pekerjaan aspal panas ang diukur dalam meter kubik.

Sumber : Sertifikasi Ahli Pelaksana Jalan/Ahli Pelaksana Jembatan (HPJI).

Baca Juga : Lasbutag dan Latsbusir.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates