Home / Blog / Mengenal Perbedaan Beton Bertulang Konvensional dan Beton Prategang
358 views

Mengenal Perbedaan Beton Bertulang Konvensional dan Beton Prategang

Sebagai salah satu bahan bangunan yang umum digunakan, beton bukan hal yang asing lagi didengar. Bahan ini pun tersedia dalam berbagai jenis, beberapa diantaranya ialah beton bertulang konvensional dan beton prategang. Sama-sama sebagai bahan bangunan, kedua jenis beton ini memiliki perbedaan. Pastikan anda mengetahui perbedaan beton bertulang konvensional dan beton prategang supaya bisa memanfaatkannya secara maksimal serta sesuai kebutuhan.

Perbedaan Beton Bertulang Konvensional dan Beton Prategang

Untuk lebih mengenal jenis beton, ada baiknya anda simak perbedaan beton bertulang konvensional dan beton prategang yang kami bagikan berikut ini.

Beton Bertulang Konvensional

Beton bertulang merupakan beton yang ditulangi dengan luas. Selain itu, ada juga jumlah tulangan tertentu yang digunakan untuk mendapatkan penampang. Hal ini berdasarkan asumsi bahwa kedua bahan bekerja secara bersama-sama untuk menahan gaya yang bekerja. Jika beton memiliki berat isi 2200-2500 kg/m3, maka hal tersebut disebut sebagai beton berat normal.

Beton bertulang ini berupa kombinasi dua unsur bahan, yakni tulangan baja dan beton. Dimana bahan tersebut digunakan bersama-sama. Dengan begitu, desain elemen beton bertulang bisa dilakukan berdasarkan prinsip berbeda dan perencanaan desain satu bahan. Adapun sistem struktur yang dibangun menggunakan beton bertulang, seperti halnya jembatan, bangunan gedung, dinding penahan tanah, tanki, terowongan, saluran air dan lainnya.

Sistem struktur ini dirancang dengan prinsip dasar desain beserta penelitian elemen beton bertulang. Dimana elemen ini mampu menerima gaya aksial, gaya geser, momen lentur, momen puntir, hingga kombinasi dari berbagai jenis gayanya. Hal ini berlaku untuk tiap tipe sistem strukturnya. Sistem struktur beton bertulang itu sendiri adalah sistem struktur statik yang tak tentu. Dimana hal tersebut berarti dimensi penampang elemen ditetapkan dulu untuk analisis sebelum melakukan desain akhir. Beton bertulang memiliki kekuatan tekan yang besar, akan tetapi tak mampu terima tegangan tarik. Dengan begitu, tulangan baja yang ditanam ke beton jadi unsur kekuatan yang bisa memikul tegangan tarik.

Beton Prategang

Dalam prinsip beton prategang, dimana bertujuan memberikan kuat tarik pada beton tak dilakukan dengan menggunakan beton bertulang biasa, akan tetapi ditutup dengan kuat tekan. Prinsip sederhananya ialah beton diberi gaya tekan besar dulu. Dengan begitu, semua komponen beton mempunyai gaya desak yang tinggi. Dalam praktiknya terdapat dua perbedaan tentang proses pembuatan beton prategang.

Proses pembuatan yang pertama, ditunggu beton sampai mengeras terlebih dahulu. Baru setelah itu diberi gaya tarik. Sedangkan untuk proses yang kedua, ditarik kawatnya terlebih dahulu. Setelah itu, anda bisa melakukan pengecoran. Kemudian beton mengeras pin ditahan ke dua sisi atau pre tensioning. Penggunaan beton prategang saat ini kian banyak dijumpai pada konstruksi. Sebut saja pembangunan gedung, jembatan, dan plat lantai.

Dengan menerapkan tipe beton prategang ini, dimensi penampang yang digunakan bisa dibuat menjadi lebih ramping. Tak hanya itu, soal estetika dan biaya, konstruksi jenis beton prategang ini bisa lebih indah dan efisien. Semakin menarik lagi karena bahan beton prategang ini terbukti lebih kuat terhadap beban. Tak heran jika bahan beton prategang ini juga banyak direkomendasikan dalam kebutuhan konstruksi bangunan.

Proses pembuatan precast juga menjadi perbedaan beton bertulang konvensional dan beton prategang. Dimana untuk precast beton prategang ini dilakukan di pabrik. Pembuatannya melibatkan perhitungan yang matang dari para pakar yang ahli di bidangnya. Hal ini memiliki tujuan supaya hasil yang didapat sesuai dengan peraturan beton di Indonesia.

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates