Home / Blog / Klasifikasi dan Perencanaan Pondasi pada Bangunan
43 views

Klasifikasi dan Perencanaan Pondasi pada Bangunan

Salah satu bangunan sipil ialah elemen pondasi yang terdapat pada bagian bawah bangunan. Pondasi merupakan elemen struktur yang berfungsi sebagai penyalur beban dari struktur atas ke lapisan tanah pendukung yang berada di bawahnya. Pondasi adalah bagian terendah dari suatu bangunan. Kita perlu mengetahui tentang klasifikasi dan perencanaan pondasi pada bangunan.
Ada dua klasifikasi dalam pondasi, yaitu pondasi dalam dan pondasi dangkal.

Pondasi Dalam

Pondasi dalam merupakan pondasi yang mampu meneruskan beban pada bangunan ke tanah yang letaknya relatif jauh apabila dilihat dari permukaan. Jenis pondasi dalam yang paling umum digunakan di lapangan ialah pondasi tiang pancan dan sumuran. Khusus untuk medan yang cukup sulit, penggunaan bore pile digunakan sebagai alternative pondasi dalam. Pondasi dalam ini digunakan apabila lapisan tanah keras berada pada kedalaman yang cukup dalam dari permukaan. Dan untuk lapisan tanah atas lunak, pondasi tersebut dipancang untuk mencapai lapisan tanah keras. Untuk perhitungan daya dukung pondasi dalam harus dikaitkan dengan perencanaan yang memperhatikan kondisi tiang.

Tiang jenis ini dimasukkan sampai ke dalam lapisan tanah keras. Lapisan tanah keras boleh terdiri dari lempung keras sampai bahan batuan tetap. Apabila lapisan tanah keras terdiri dari batu keras, maka proses penentuan daya dukung akan menjadi lebih mudah, yaitu dengan menghitung daya tiang atau tegangan yang terdapat pada bahan tiang. Tetapi jika tanah keras berupa lempung, daya dukung pada tiang sangat tergantung pada sifat lapisan tanah dan kepadatannya. Cara yang tepat untuk menghitung dengan menggunakan alat sondir. Daya dukung dapat dihitung dari nilai yang paling tinggi pada nilai konus dari hasil sondir

Pondasi Dangkal

Pondasi dangkal didefinisikan sebagai pondasi yang mendukung beban secara langsung, seperti pondasi memanjang, pondasi telapak, dan pondasi rakit. Elemen struktur ini digunakan ketika kedalaman tanah antara 0,6 sampai 2 meter dan kapasitas dukung tanah >2.0 kg/cm2. Umumnya pondasi ini memberikan biaya yang lebih murah. Daya dukung pondasi dangkal atau ultimit (qult) dikategorikan sebagai beban maksimum persatuan luas dimana tanah tersebut masih mendukung beban. Untuk melakukan perencanaan dimensi pondasi dibuat sedemikian rupa sampai resultan gaya bekerja melalui pusat berat pondasi

Perencanaan Pondasi

Mengingat fungsi pondasi yang sangat penting, maka kita tidak boleh sembarangan dalam membangun pondasi agar berdiri kokoh dan kuat menopang beban di atasnya.

Pemeriksaan Tanah

Yang harus kita lakukan yaitu memriksa lokasi dan tanah yang ingin dibangun pondasi. Manfaat dari pemeriksaan ini salah satunya yaitu untuk menentukan bagaimana sifat fisis dan mekanisme lapisan tanah dengan hasil uji lab.

Analisa

Langkah selanjutnya yaitu melakukan analisa dengan uji sample. Hal ini dilakukan untuk menentukan daya dukung pondasi dangkal maupun pondasi dalam sesuai dengan kuat geser dari tanah. Setelah selesai, kita suudah bisa mendapatkan data yang selanjutnya akan digunakan untuk menentukan jenis dan detail pondasi yang tepat. Untuk memilih tipe pindasi, kita harus memperhatikan pondasi mana yang cocok untuk berbagai keadaan lapangan.

Perencanaan harus dilakukan dengan sebaik-baiknya karena pemilihan pondasi harus mempertimbangkan aspek biaya, kualitas, dan waktu. Dalam perencanaan maupun pelaksanaan, pondasi harus ditempatkan pada lapangan yang tepat sehingga tidak terjadi longsor. Selain itu pondasi harus aman dari penuruhan secara berlebih. Jika keadaan tanah tidak rata atau memiliki kemiringan melebihi 10%, maka akan disesuaikan dengan keadaan tanaht, yaitu dengan dibuat rata atau bertangga dengan bagian atas dan bawah sama rata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates