Home / Blog / Pengertian Beton Pracetak dan Fungsinya
45 views

Pengertian Beton Pracetak dan Fungsinya

Beton adalah salah satu bahan material yang menggunakan bahan baku seperti pasir, semen, abu batu, air, dan kerikil. Semua bahan itu dicampur sedemikian rupa sampai menjadi adonan yang siap untuk digunakan. Sebelum digunakan, adonan tersebut dituang pada bekisting atau cetakan terlebih dahulu agar sesuai dengan kebutuhan yang akan dikerjakan. Sedangkan, untuk pengertian beton pracetak sendiri yaitu salah satu jenis beton yang mengalami proses panjang dengan cara dicetak di sebuah pabrik sehingga menjadi beberapa panel yang kemudian akan dirakit nantinya. Definisi tersebut memang yang paling umum diketahui banyak masyarakat. Tetapi sebenarnya ada definisi yang lebih teknis yang mungkin sebagian dari kita belum mengetahuinya. Berikut pengertian beton pracetak dan fungsinya.

Pengertian Beton Pracetak menurut SNI

SNI 03-2847-2002

Menurut SNI 03-2847-2002, beton pracetak adalah hasil campuran dari semen portland atau hidraulik lain, agregat halus ukuran kurang lebih 5mm, agregat kasar ukuran 5mm-40mm, serta air yang ditambah dengan bahan zat aditif yang membentuk masa solid atau padat.

SNI 7832-2012

Sedangkan menurut SNI 7832-2012, beton pracetak ialah sebuah konstruksi yang pembentukannya dengan cara dicetak atau istilah lainnya yaitu fabrikasi. Pengolahan tersebut bisa dilakukan di lahan produksi atau bengkel maupun di lapangan yang kemudian dipasang sehingga membentuk sebuah bangunan.

Dari dua pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa beton pracetak ialah hasil proses pengolahan beberapa kombinasi atau campuran beton dengan material lain. Jenis material lain terdiri dari semen portland, kerikil, pasir, air, serta beberapa zat aditif yang menghasilkan sebuah massa padat dengan cara dicetak atau fabrikasi. Hasil dari percetakan ini kemudian akan dipasang di lapangan untuk menghasilkan sebuah konstruksi bangunan. Sehingga planel atau cetakan beton yang diolah merupakan sebuah elemen atau bagian dari sebuah bangunan yang nantinya akan disusun di site.

Komposisi Beton K-350 untuk Beton Pracetak

Telah disebutkan juga dalam SNI 03-2847-2002 bahwa beton pracetak tersebut dapat berupa beton bertulang ataupun beton tidak bertulang. Kualitas beton yang bisa digunakan untuk beton pracetak yaitu 14,4 MPA (K-175) dan 14,5 MPA (K-350) dengan toleransi slump 12+/-2 cm. Khusus untuk beton pracetak struktural menggunakan kualitas beton yang K-350 yang bisa diangkat dalam 24 jam setelah proses pengolahannya.

Fungsi Beton Precast /Beton Pracetak

Telas dibahas sebelumnya bahwa mutu dari beton disyaratkan dengan dua mutu yaitu K-175 dan K-350. Angka itu menjelaskan bahwa beton pracetak mampu memenuhi kedua fungsi tersebut. Fungsi yang pertama ialah beton yang tidak struktural memakai mutu K-175, sedangkan beton yang struktural menggunakan mutu K-350.

Beton Precast Non Struktural

Beton pracetak jenis ini banyak digunakan untuk pembuatan beberapa proyek, seperti paving block, buis beton, grass block, batas pada tol, ruang pompa, dan masih banyak lagi. Selain itu beton precast non struktural juga dapat digunakan dalam pembuatan U-ditch.

Beton Precast Struktural

Sedangkan contoh dari beron pracetak struktural yaitu untuk pembuatan pondasi, jembatan, box culvert, dan sebagainya.
Secara umum fungsi beton pracetak ini adalah sebagai pengganti dari beton cor di tempat untuk mempermudah proses pengerjaan bangunan. Proses menggunakan sistem pracetak ini bertujuan untuk mempercepat proses pembangunan serta aman dari polusi. Selain itu, dengan memanfaatkan beton precast ini, maka kita akan mendapatkan konsistensi mutu dan ukuran beton pada setiap panelnya, sehingga hasilnya akan maksimal dan struktur bangunan menjadi lebih kuat.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates