Home / Blog / Tahap Pembuatan Jalan Beton yang Benar
97 views

Tahap Pembuatan Jalan Beton yang Benar

Banyak jalan di Indonesia yang terbuat dari beton. Jalan beton memiliki daya kekuatan yang tinggi untuk menahan beban maupun tarikan. Sehingga banyak masyarakat yang memilih jalan beton dibandingkan jalan aspal. Pada umumnya, proses pembuatan jalan ini dilakukan menggunakan proses perkerasan kaku. Perkerasan kaku terbentuk dari lapis pondasi bagian bawah, plat beton sebagai lapis pondasi, dan lapisan bagian atas sebagai lapis permukaan. Dengan tingginya modulus elastisitas , perkerasan kaku memungkinkan suatu beban bisa terdistribusi ke tanah dasar yang luas sehingga kapasitas struktur terbesar didapat dari plat beton. Anda bisa membandingkan metode tersebut dengan perkerasan lentur yang menghasilkn daya perkerasan dari tebal tipisnya lapis pondasi dan lapis permukaan. Biasanya perkerasan kaku dengan kualitas tinggi memiliki tebal paling tidak K-300 atau 20 cm. Berikut ini tahap pembuatan jalan beton yang benar.

Tahap Pembuatan Jalan Beton

Tahap Awal

Pada tahap ini yang bisa anda lakukan yaitu dengan memadatkan urugan pada permukaan tanah yang akan dibuat jalan raya dari beton. Kemudian aturlah tinggi rendahnya tanah tersebut secara seksama sehingga permukaan benar-benar rata. Pastikan pada bagian sisi-sisinya tidak ada kemiringan. Lapisan pada atas tanah merupakan lapis dari batu makadam dengan tebal sekitar 30cm. Lapisan batu makadam terbuat dari pecahan batu split dengan ukuran lebih kecil dibanding dengan batu untuk proyek pondasi.

Langkah berikutnya, pada bagian atas lapisan batu makadam yaitu lapisan sirdam. Lapisan ini memiliki ketebalan yang sama dengan makadam yaitu 30cm. Sirdam terdiri dari bahan material seperti batu kerikil dan pasir. Pasir tersebut digunakan untuk mengisi celah-celah pada lapisan bawahnya agar tertutup rapat. Setelah lapisan sirdam sudah merata, tutuplah lapisan ini dengan hamparan plastik yang berfungsi sebagai landasan cor beton. Tindakan ini bertujuan untuk mencegah semua air cor beton meresap ke dalam tanah. Apabila banyak air yang meresap ke dalam tanah, akan mengakibatkan proses pengeringan terhambat. Jadi, pastikan air dalam cor beton tidak masuk, sehingga proses pengeringan beton mampu berjalan dengan sempurna.

Pemasangan Beton Decking

Pasanglah beton decking di atas plastik untuk menyangga wiremesh atau tulangan cor beton. Atau anda juga bisa memakai besi beton ukuran 8 mm yang dibentuk huruf S untuk mengaitkan ke besi tulangan beton. Selanjutnya tulangan S dipasang untuk mengikat sekaligus sebagai pembatas antara tulangan cor beton pada lapis bawah dan atas. Kemudian kaitkan lagi pada bendrat. Hal ini juga berlaku ketika anda menggunakan besi beton anyaman secara manual. Tahap selanjutnya yaitu pengecoran yang menggunakan adukan beton sesuai dengan peraturan yang sudah diperhitungkan. Misalnya, beton K-450 dengan tebal20 cm mampu menahan beban mencapai 40 ton.

Tahap Akhir

Setelah pengecoran selesai, segera tutup hasil pengecoran tersebut dengan hamparan plastik secara merata. Pastikan semua bagian sudah tertutup. Anda juga bisa menggunakan karung goni sebagai penutupnya. Hal ini bertujuan agar proses pengerasan mampu berjalan dengan baik sehingga cor beton menjadi berkualitas. Sebelum jalan beton ini digunakan, diperlukan perawatan sampai jalan benar-benar mengeras secara maksimal. Caranya yaitu dengan menyirami jalan menggunakan air selama 3 minggu berturut-turut sehingga tidak mengalami kekurangan pasokan air. Beton yang mengalami pengerasan dalam waktu yang lambat justru memiliki kualitas yang lebih baik dibandingakn pengerasan yang cenderung lebih cepat.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates