Home / Blog / Cara untuk Memperkuat Aspal yang Wajib Diketahui
49 views

Cara untuk Memperkuat Aspal yang Wajib Diketahui

Pada akhir-akhir ini banyak kondisi jalan yang rusak di Indonesia. Hal tersebut pasti akan mengganggu kenyamanan kita dalam berkendara maupun bagi pejalan kaki. Lebih parahnya lagi apabila jalan yang rusak itu mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Bukan pengendara yang kurang berhati-hati, tetapi memang jalan yang tidak layak untuk dilalui. Mungkin sebagian dari kita berfikir bahwa jalanan tersebut rusak lantaran kesalahan dari kontraktor pengerjaan jalan. Sebelum berfikir seperti itu, sebaiknya kita harus mengetahui tentang pengerjaan aspal, terutama cara untuk memperkuat aspal. Banyak faktor yang mempengaruhi kekuatan aspal di jalan raya. Kombinasi yang salah dapat mempercepat kerusakan terjadi. Berikut ini cara untuk memperkuat aspal agar mampu bertahan lama.

Cara untuk Memperkuat Aspal agar Bertahan Lama

Ketebalan Lapisan Aspal

Apabila kita melihat proses pengerjaan aspal, biasanya para kontraktor menuangkan bahan material berulang kali. Dengan menabur pasir, batu belah, aspal yang cair ataupun campuran lainnya. Sebenarnya hal itu dilakukan untuk menghasilkan lapisan tebal yang nantinya untuk menentukan kekuatan aspal dalam menahan beban kendaraan. Terdapat tiga lapis permukaan yang digunakan untuk pengaspalan.

1. Asphalt Concrete-Base

Lapisan ini sering disebut dengan lapisan fondasi bawah karena terletak pada bagian atas permukaan tanah yang dasar. Ketebelannya minimum 6 cm.

2. Asphalt Concrete-Binder Course

AC-BC atau lapisan fondasi atas terletak dibagian tengah dari kedua lapisan yang lain.Sehingga lapis ini sering disebut sebagai laston permukaan antara. Untuk ketebalan minimum dari lapisan ini adalah 5 cm.

3. Asphalt Concrete-Wearing Course

Lapisan ini merupakan lapisan paling atas diantara lapisan lainnya. Karena letaknya yang paling atas sehingga berhadapan langsung dengan beban kendaraan yang melintas di jalan raya. Ketebalannya pun lebih kecil dibanding dengan AC-Base dan AC-BC yaitu minimum 4 cm.
Maka, apabila ketebalan ketiga lapis tersebut dijumlah menjadi 15 cm. Ketebalan tersebut sesuai dengan aturan untuk menghasilkan tebal aspal yang baik.

Jenis Jenis Bahan Aspal

Aspal yang baik yaitu aspal yang mampu mengurangi resapan air, sehingga material aspal yang digunakan seharusnya tahan air. Bahan yang biasanya dipakai sebagai pelapis fondasi bawah yaitu tanah liat biasa, tanah lumpur, tanah liat koloidal, pasir kasar, pasir halus, dan kerikil. Diantara bahan tersebut, bahan yang paling baik digunakan untuk lapisan fondasi bawah ialah kerikil, pasir kasar, dan pasir halus karena mampu merekat pada lapisan atas.

Beban pada Aspal

Secara umum. semakin banyak beban kendaraan yang melintas di jalan raya, semakin besar kemungkinan jalan tersebut rusak. Sehingga lapisan aspal tidak akan bertahan lama. Untuk menghindari masalah ini yaitu dengan memberi tonasi atau batasan beban jika diperbolehkan.

Kemiringan Jalan

Jalan raya tidak selalu datar sepenuhnya. Hal ini merupakan salah satu teknik dalam konstruksi jalan. Air hujan mampu menyebabkan aspal mudah berlubang, ditambah dengan beban yang berat pada kendaraan. Biasanya jalan bagian tengah di sisi jalan akan dibuat sedikit miring supaya air hujan mengalir ke selokan.

Drainase

Lapisan yang kuat pada aspal membutuhkan sistem pembuangan air atau drainase yang baik. Hal tersebut yang mendasari tentang pemilihan jenis bahan material untuk penggarapan jalan. Sehingga mampu menentukan kualitas dan ketahanan aspal. Bukan hanya itu saja, tanah dasar juga mempengaruhi kekuatan aspal. Sehingga banyak jalan yang amblas bukan karena kulitas kerja kontraktor melainkan karena tanah dasar tidak memiliki drainase yang baik.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates