Home / Blog / Material Aspal dan Penggunaan secara Umum
115 views

Material Aspal dan Penggunaan secara Umum

Semakin berkembangnya teknologi, manusia semakin hari selalu menemukan banyak penemuan dalam bidang konstruksi. Aspal merupakan jenis material yang sering dipakai untuk pengerjaan pembangunan pada proyek yang besar, misalnya konstruksi trotoar, tempat parkir, jalan raya, dan jalan tol. Penggunaan jenis aspal tentunya dibedakan sesuai jenis proyek yang sedang dikerjakan. Berikut ini jenis-jenis material aspal untuk berbagai proyek.

Jenis-Jenis Aspal untuk Berbagai Proyek

Hot Mix Asphalts (HMA)

HMA merupakan aspal yang sering digunakan untuk berbagai proyek pembangunan jalan. Dalam proses produksi jenis ini, pengikat akan dipanaskan pada suhu yang tinggi dengan tujuan untuk menurunkan viskositas. Dengan suhu yang tinggi membantu agregat menjadi kering dan lebih sempurna. Selain itu mampu untuk menghilangkan kelembaban sebelum melakukan penampuran. Kemudian aspal dan agregat dicampur dengan suhu 300 derajat Fahrenheit. HMA cenderung cepat dingin, sehingga tidak mampu untuk diangkut dalam jarak jauh sebelum digunakan.

Wam Mix Asphalt

WMA termasuk jenis yang paling populer dan digunakan dalam pengerjaan sekitar 30% dari semua proyek paving. Berbeda dengan HMA, jenis aspal ini tidak dikerjakan dalam suhu tinggi. Pengikat dan agregat serta emulsi aspal dipanaskan sampai suhu 250 derajat Fahrenheit. WMA ini tidak mudah dingin sehingga mampu diangkut ke jarak jauh.

Driveway Mix

Sesuai dengan namanya, Driveway Mix merupakan campuran jenis aspal yang diproses secara khusus untuk menghasilkan jenis aspal yang baik dalam proyek pembangunan tempat parkir dan jalan setapak. Jenis ini merupakan campuran bahan agregat seperti kerikil dan pasir. Bahan tersebut kemudian dicampur pada beton bitumen untuk menghasilkan aspal jenis HMA sebagai dasar pembuat jalan. Penggunaan Driveway Mix juga lebih tahan lama dan ekonomis.

l-2 Stabilized Base

Jenis ini digunakan di lapisan paving untuk menghasilkan pondasi yang tahan lama dan solid untuk trotoar. Aspal jenis ini juga dikenal sebagai basis pendukung untuk pada proyek lantai yang kaku serta fleksibel. Tetapi lebih sering digunakan pada pekerjaan paving fleksibel. l-2 Stabilized Base terdiri dari campuran beton bitumen dan agregat. Campuran ini harus mengandung 95%-98% agregat (3/4 batu hancur,kerikil, RAP) dan 2-5% dai pengikat aspal. Presentase tersebut akan menghasilkan gaya yang sesuai untuk meletakkan beban di antara tanah dan permukaan.

MABC

MABC terdiri dari kombinasi antara bahan agregat dan batu. Biasanya aspal jenis ini memiliki warna hitam. Beton bituminous agregat menengah ini dirancang untuk kebutuhan industri dengan memastikan ukuran serta kualitas yang dibutuhkan. MABC memiliki kualitas yang padat dan lengket sehingga mampu menghasilkan lantai secara struktural. Apabila mengalami beban dari lalu lintas, aspal ini akan lebih tahan lama.

Penggunaan Secara Umum

Dengan campuran material lain, aspal umumnya digunakan dalam beberapa bidang teknik.

Pemanfaatan Industri Listrik

Kualitas aspal yang bagus akan digunakan di dalam industri listrik dengan campuran pitch, resin, tar, dan karet. Contoh dari produknya yaitu wadah baterai.

Konstruksi Jalan Raya

Aspal berkualitas bagus ditandai adanya sifat tahan air, tahan cuaca, kemampuan memberikan suatu permukaan lebih fleksibel, dan kapasitas yang mengikat. Untuk kualitas aspal jenis ini banyak dipakai pada pembangunan jalan.

Campuran Aspal untuk Pembangunan Jalan

Jenis campuran dari aspal biasanya menggunakan rolled aspal, batu aspal dipadatkan, dan aspal mastik. Beberapa dari jenis tersebut mempunyai spesifikasi masing-masing dan memberikan pengikat yang baik. Pemanfaatan aspal pada umumnya untuk pembangunan jalan tol serta paving bandara.

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates