Home / Blog / Klasifikasi Jenis Proyek Konstruksi Jembatan yang Umum Digunakan
136 views

Klasifikasi Jenis Proyek Konstruksi Jembatan yang Umum Digunakan

Jembatan bisa diartikan sebagai suatu konstruksi yang menjadi penghubung bagian jalan yang akan dilalui. Selain itu, jembatan juga disebut sebagai sarana yang dibuat secara khusus untuk melewati halangan-halangan, seperti saluran irigasi, lembah, sungai, dan danau. Jika berdasarkan konstruksinya, jembatan dibedakan menjadi beberapa jenis. Tiap jenis proyek konstruksi jembatan ini memiliki daya tarik dan kelemahan tersendiri.

Jenis Proyek Konstruksi Jembatan

Bagi anda yang ingin lebih mengenal apa saja jenis konstruksi jembatan, anda simak saja ulasan yang kami bagikan. Di bawah ini hanya beberapa dari sekian banyak jenis proyek konstruksi jembatan yang ada.

Slab Bridge

Jembatan plat atau yang juga dikenal dengan istilah slab bridge adalah jembatan yang dibuat dengan bahan dasar plat, yakni plat baja. Plat ini sengaja dibuat begitu tebal. Pada umumnya, ketebalannya bisa mencapai 5-8 cm.

Beam Bridge

Jembatan alang atau beam bridge merupakan struktur jembatan yang sederhana. Hal ini dikarenakan jembatan ini hanya berupa balok horizontal dan disangga tiang penopang di kedua pangkalnya. Di zaman modern seperti sekarang ini, jembatan alang dibuat dari balok baja yang terbukti lebih kokoh. Panjang balok pada jembatan ini biasanya tak lebih dari 250 kaki atau sekitar 76 meter. Hal ini dikarenakan semakin panjang balok jembatannya, maka semakin lemah kekuatan jembatan ini. Struktur jembatan ini memang sangat cocok untuk jarak dekat.

Truss Bridge

Truss bridge merupakan desain yang lebih kokoh jika dibandingkan dengan beam bridge. Hal ini dikarenakan kerangka truss bentuknya triangular dan dibangun di atas jembatan. Jembatan yang satu ini seringkali memadukan berbagai bentuk segitiga dan bisa menciptakan kedua konstruksi yang sangat kaku. Truss ini berfungsi untuk mentransfer beban yang berasal dari satu titik ke titik yang lebih luas. Dengan begitu, beban tak bertumpu di satu titik saja.

Voided Slab Bridge

Sama halnya namanya, voided slab bridge atau jembatan plat berongga adalah jembatan yang dibekali dengan plat berongga. Pada umumnya, jenis konstruksi jembatan ini dipakai untuk beban tegangan yang tak terlalu besar.

Cantilever Bridge

Struktur jembatan yang satu ini berupa balok horizontal dan disangga tiang penopang yang hanya ada di salah satu pangkalnya saja. Pembangunan jembatan ini memerlukan lebih banyak bahan jika dibandingkan dengan jembatan alang. Pada umumnya, jembatan penyangga difungsikan untuk mengatasi masalah dalam membuat jembatan jika kondisinya tak memungkinkan untuk menahan beban saat proses pembuatan. Jenis jembatan ini agak keras sehingga tak mudah bergoyang. Maka dari itu, struktur jembatan penyangga umumnya dimanfaatkan untuk membuat jembatan rel kereta api.

Cable Stayed Bridge

Jembatan kabel atau yang juga disebut dengan cable stayed bridge adalah jembatan yang dibuat dengan memanfaatkan kabel tembaga. Dimana kabel tembaga yang digunakan memiliki diameter tebal.

Arch Bridge

Arch bridge atau jembatan lengkung mempunyai dinding tumpuan di tiap ujungnya. Beban dari jenis jembatan ini akan mendorong dinding tumpuan yang ada di kedua sisinya. Adapun jenis jembatan lengkung yang digadang-gadang menjadi jembatan lengkung paling panjang di dunia ialah jembatan Sheikh Rashid bin Saeed Crossing di Dubai, Uni Emirat Arab.

Suspension Bridge

Jenis proyek konstruksi jembatan lainnya ialah suspension bridge atau jembatan gantung. Desain jembatan ini terdiri dari menara serta rangkaian tali. Desain ini bisa mengurangi tegangan sekaligus kompresi pada jembatan. Biasanya jenis jembatan ini memerlukan minimal 2 menara atau tiang agar bisa menahan beban secara optimal.

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates