Home / Contact / Lapis Pondasi Atas Menggunakan Material Agregat
312 views

Lapis Pondasi Atas Menggunakan Material Agregat

Gambar : Lapis Pondasi Atas Menggunakan Material Agregat

Gambar : Lapis Pondasi Atas Menggunakan Material Agregat

Lapis Pondasi Atas Menggunakan Material Agregat

Lapis pondasi atas menggunakan material agregat adalah Lapis perkerasan jalan yang terletak di atas lapis pondasi bawah (sub base) dan di bawah lapis penutup (sub bace course).

Tujuan penggunaan lapis pondasi atas menggunakan material agregat adalah mendukung lapis perkerasan penutup dan beban-beban roda yang bekerja diatasnya serta menyebarkan (menyalurkan) beban-beban yang diterimanya kepada lapis pondasi bawah yang terletak dibawahnya.

Fungsi lapis pondasi atas menggunakan material agregat adalah sebagai bagian perkerasan yang meneruskan dan menyebarkan beban dari lapis permukaan (surface course) kebagian konstruksi dibawahnya.

BAHAN

Bahan lapis pondasi atas menggunakan material agregat adalah dari batu pecah (Chrushed Stone) yang bergradasi tertentu. Batu pecah tersebut kemudian diproses melalui suatu tahap pemrosesan yang meliputi pemecahan, penyaringan, pemisahan dan pencampuran sehingga menghasilkan suatu bahan yang sesuai dengan persyaratan-persyaratan dari spesifikasi yang telah ditentukan.

PERALATAN

  • Tandem Roller 6 – + – 8 ton atau Three Wheel Roller 6 – + – 8 ton.
  • Pneumatic Tired Roller 10 – + – 12 ton
  • Sapu, sikat, karung
  • Pengki, emrat
  • Truck, kereta dorong, sekop dan alat bantu lainnya
  • Grader
  • Truck tangki air

CARA PELAKSANAAN

a.  Penyimpanan formasi untuk pondasi :

  1. Bila pondasi agregat akan ditempatkan pada permukaan tersebut harus diselesaikan dan paling sedikit 100 m dimuka dari penempatan material pondasi setiap saat.
  2. Bila pondasi agregat akan ditempatkan langsung diatas perkerasan yang ada maka perkerasan yang ada dikasarkan secukupnya agar tahan air.

Material pondasi agregat yang baru selanjutnya harus ditambahkan dan keseluruhannya dipadatkan. Setiap bongkahan hasil garuan yang lebih besar dari 5 cm harus dipecahkan sebelum menambahkan pondasi agregat.

b.  Penghamparan :

  1. Pondasi agregat harus dibawa ketempat pada jalan sebagai campuran yang merata dan harus dihampar pada kadar air dalam rentang (renge) yang disyaratkan. Kelembahan dalam material harus tersebar merata secara keseluruhan.
  2. Masing-masing lapisan harus dihampar pada satu operasi pada tingkat yang merata yang menghasilkan tebal padat yang diperlukan dalam toleransi yang disyaratkan. Bila penempatan lapisan tersebut lebih dari satu lapis, lapis-lapis tersebut harus sedekat mungkin sama tebalnya.
  3. Pondasi agregat harus dihampar dan dibentuk dengan salah satu metoda yang disetujui yang tidak menyebabkan segregasi dari partikel agregat kasar dan pertikel agregat halus. Material yang teragregasi harus diperbaiki atau dipindahkan dan diganti dengan material yang tergradasi.
  4. Penghamparan mesin yang dapat bergerak sendiri harus dilengkapi dengan sebuah sepatu yang meratakan dan melebarkan material ke lebar dan toleransi permukaan yang diperlukan. Lebar dari masing-masing hamparan harus tidak kurang dari satu jalur lalu lintas. Sepatu harus dapat disetel kepenampang melintang yang diperlukan dan tidak menimbulkan alur atau cacat, atau tanda-tanda lain yang tidak dapat dihilangkan dengan penggilasan.

c.  Pemadatan

  1. Segera setelah pencampuran dan pembentukan akhir, masing-masing lapis harus dipadatkan menyeluruh dengan peralatan pemadat yang cocok dan memadai yang disetujui oleh direksi, hingga kepadatan paling sedikit yaitu 100% dari kepadatan kering “Modified maksimum seperti yang ditentukan oleh ASSHTO T 180, metode D.
  2. Pemadatan harus dilakukan hanya bila kadar air dari material berada dalam rentang (range) 3% kurang dari kadar air optimum sampai 10% lebih dari kadar air optimum, dimana kadar air optimum adalah seperti yang ditetapkan oleh kepadatan kering “modified” maksimum yang ditentukan oleh AASHTO T 180, metode D.
  3. Operasi penggilasan harus dimulai sepanjang tepi dan pergerak sedikit demi sedikit kearah sumbu jalan, dalam arah memanjang, pada potongan yang ber “Super Elevasi”, penggilasan harus dimulai pada bagian rendah dan bergerak sedikit demi sedikit kearah bagian yang tinggi. Operasi penggilasan harus dilanjutkan sampai seluruh bekas mesin gilas menjadi tak tampak dan lapis tersebut terpadatkan merata serta agregat terkunci kuat.
  4. Material sepanjang batu tepi, kerb, tembok dan pada tempat tempat yang menggunakan mesin pemadat lainnya yang disetujui. 

PENGUJIAN MUTU

  1. Jumlah dari data pendukung pengujian yang diperlukan untuk persetujuan awal dari material akan seperti yang diperintahkan Direksi dan mencakup seluruh pengujian yang disyaratkan. Paling sedikit tiga contoh yang mewakili dari sumber material yang diusulkan, yang dipilih untuk mewakili mutu material yang diperoleh dari sumber tersebut.
  2. Selanjutnya atas pertimbangan direksi, seluruh pengujian material harus diulangi, jika tampak perubahan material, atau dari metode produksinya.
  3. Suatu program pengujian pengendalian mutu material secara rutin harus dilaksanakan untuk megendalikan ketidak seragaman material yang harus dibawah ketempat pekerjaan. Cakupan pengujian harus sepeti yang diperintahkan oleh Direksi tetapi untuk setiap meter/100 meter kubik material yang diproduksi paling sedikit harus meliputi tidak kurang dari lima (5) pengujian indeks plastisitas, lima (5) pengujian gradasi partikel, dan satu penentuan kepadatan kering makin menggunakan AASTHO T 180, metoda D. Pengujian CBR harus dilakukan dari waktu ke waktu sebagaimana diperintahkan oleh Direksi.
  4. Kepadatan dan kadar air dari material yang dipadatkan harus secara rutin ditetapkan, menggunakan AASHTO T 191. Pengujian harus dilakukan sampai kedalaman menyeluruh dari lapis tersebut pada lokasi yang ditetapkan oleh direksi tetapi tidak lebih dari 200 meter satu sama lain.

Standar Rujukan :

T89  – 68   Penentuan batas cara dari tanah
T90  – 70   Penetuan batas plastis dari indeks plastis tanah
T96  – 74   Katahanan terhadap abrasi dari agregat kasar berukuran kecil dengan menggunakan mesin los angeles
T112 – 78   Bongkahan lempung dan partikel yang dapat hancur dari agregat.
T176 – 73   Butir halus yang plastik dalam campura agregat dan tanah menggunakan “sand equivalent”
T180 – 74   Hubungan kepadatan dan kelembahan tanah menggunakan Pak 4,54 kg dan tinggi jatuh 457 m
T191 – 61   Kepadatan tanah ditempat dengan menggunakan metoda desired pasir
T193 – 72   Menggunakan “The California Bearing Ratio”

DIMENSI

Gradasi lapis pondasi agregat :

MACAM AYAKAN PERSEN LOLOS DARI BERAT
ASTM (MM) INCH KELAS  A KELAS  B
50

25

9,5

4,75

2,0

0,425

0,075

2

1

3/8

No. 4

10

40

200

100

65 – 90

40 – 60

25 – 45

12 – 30

6 – 16

0 –   8

100

65 – 100

35 – 65

20 – 50

10 – 40

5 – 25

2 – 15

Agregat Kelas A : Dipakai untuk lapis pondasi atas, pelebaran perkerasan atau bahan jalan yang diberi lapis kedap.
Agregat Kelas B : Dipakai untuk lapis pondasi bawah, atau bahan jalan yang sudah diberi lapis kedap.

Baca : Perbandingan antara Jalan Beton dan Jalan Aspal.

Dari pengalaman perencanaan tebal lapisan berkisar antara 20 cm sampai 50 cm, tergantung jumlah kendaraan (AADT), umur rencana (yaers life) dan lain-lain faktor, seperti diuraikan dalam buku pedoman perencanaan perkerasan yang dikeluarkan oleh Dit. Jen. Bina Marga. Uraian mengenai tebal perkerasan dibicarakan khusus dalam tulisan mengenai perencanaan perkerasan jalan.

PERBAIKAN KESALAHAN

  1. Daerah dengan tebal atau kerataan permukaan yang tidak memuaskan toleransi yang disyaratkan, atau yang permukaannya berkembang menjadi tidak rata baik selama konstruksi atau setelah konstruksi, harus diperbaiki dengan menggaru permukaan dan membuang atau menambah meterial sebagaimana diperlukan, yang selanjutnya dibentuk kembali dan dipadatkan kembali.
  2. Lapis pondasi atas menggunakan material agregat yang terlalu kering untuk pemadatan dalam hal batas kedap airnya seperti yang disyaratkan atau seperti yang diperintahkan direksi, harus diperbaiki dengan menggaru material tersebut yang dilanjutkan denan penyiraman sejumlah air yang cukup dan mencampurnya dengan menggunakan “Grader” atau peralatan lainnya yang disetujui.
  3. Lapis pondasi atas menggunakan material agregat yang terlalu basah untuk pemadatan, seperti yang ditetapkan dalam batas kedap air yang disyaratkan atau seperti yang diperintahkan Direksi, harus diperbaiki dengan menggaru material tersebut yang dilanjutkan dengan pekerjaan berulang-ulang dengan grader atau peralatan lainnya yang disetujui, dengan selang waktu istirahat dalam cuaca kering. Atau cara lain adalah, direksi memerintahkan memindahkan material basah tersebut dan menggantinya dengan material kering yang memenuhi.
  4. Lapis pondasi atas menggunakan material agregat yang menjadi jenuh akibat hujan atau banjir atau karena sebab lainnya setelah terpadatkan dengan memuaskan dengan persyaratan ini, biasanya tidak akan memerlukan perbaikan asalkan sifat material dan kesatuan dari permukaan memenuhi kebutuhan dipersyaratan ini.
  5. Perbaikan lapis pondasi atas menggunakan material agregat yang tidak memenuhi kepadatan atau sifat material yang dibutuhkan dalam persyaratan ini harus seperti yang diperintahkan oleh direksi dan dapat meliputi pemadatan tambahan, penggaruan yang dilanjutkan oleh pengaturan kadar air dan pemadatan kembali, pemindahan dan penggantian material, atau penggunaan tebal tambahan dari material.

PEMELIHARAAN

Pihak kontraktor sebagai pelaksana harus melaporkan kepada direksi jika pekerjaan telah selesai dilaksanakan. Sambil menuggu perintah lebih lanjut, kontraktor harus tetap memelihara pekerjaan yang telah dilaksanakan tersebut.

Jika terjadi kerusakan pada saat menunggu perintah untuk pekerjaan lebih lanjut, maka kontraktor berkewajiban melakukan perbaikan dan pemadatan kembali.

Semua kewajiban kontraktor dalam periode pemeliharaan diataur dalam kontrak, adalah pasal mengenai pemeliharaan.

Baca Juga : Lapis Pondasi Atas Sistem Telford.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates