Home / Contact / Lapis Penutup Menggunakan Lapen
530 views

Lapis Penutup Menggunakan Lapen

Gambar : Lapis Penutup Menggunakan Lapen

Gambar : Lapis Penutup Menggunakan Lapen

Lapis Penutup menggunakan Lapen

Lapis penutup menggunakan Lapen merupakan lapis perkerasan yang terdiri atas agregat pokok dan agregat pengunci bergradasi seragam yang diikat oleh aspal dengan cara disemprotkan di atas agregat pokok dan pemadatannya dilakukan lapis demi lapis. Bilamana akan digunakan sebagai lapis permukaan maka setelah agregat pengunci dipadatkan, selanjutnya diberi siraman aspal kemudian diberi agregat penutup dan dipadatkan

BAHAN 

1.  Agregat

Agregat yang dipergunakan terdiri dari:

a.  agregat pokok, agregat pengunci dan agregat penutup yang bersih, keras, bersudut, dan bebas lempung, bahan organis dan bahan lain yang tidak dikehendaki.

b.  Agregat pokok dan agregat pengunci dapat diperoleh dari hasil pecah mesin atau pecah tangan, sedangkan untuk agregat penutup dapat dipergunakan pasir yang diperoleh dari pecah mesin atau pasir alam dengan ukuran 2–9 mm.

2.  Bahan Pengikat

Bahan pengikat yang dipergunakan adalah aspal keras pen 60/70 atau pen 80/100 yang memenuhi persyaratan sebagaimana tercantum dalam spesifikasi.

PERALATAN

a.  Peralatan yang diperlukan ditempat penimbunan bahan terdiri dari : Truk, Sekop, Pengki dan alat-alat bantu lainnya.

b.  Peralatan yang diperlukan ditempat pekerjaan terdiri dari :

  • Mesin gilas roda besi 6 – 8 ton
  • Tempat pemanas aspal
  • Thermometer aspal
  • Gerobak dorong, sekop, pengki, emrat dan alat bantu lainnya.

CARA PELAKSANAAN

  1. Permukaan yang akan diberi lapis penutup menggunakan Lapen harus bersih, bebas dari lempung, debu, bahan organis, dan bahan lainnya yang tidak dikehendaki, lobang-lobang harus ditambal sebagaimana ditentukan dalam spesifikasi.
  2. Permukaan yang sudah beraspal harus kering dan diberi lapis resap pengikat (tack coat, sebaiknya MC-205) sebanyak 0,5 liter per m2, sedang permukaan yang belum beraspal harus lembab dan diberi lapisan resap pengikat (prime coat, sebaiknya MC-250) sebanyak 0,5 liter per m2.
  3. Penebaran agregat pokok dilakukan dengan pengki, sedemikian rupa supaya merata sesuai dengan jumlah agregat per satuan luas yang diperlukan, dan mempunyai kemiringan melintang sebesar 2% atau sesuai dengan gambar rencana.
  4. Pemadatan agregat pokok dilakukan dengan mesin gilas roda besi 6 – 8 ton dengan kecepatan ± 3 km/jam sebanyak 6 lintasan.
  5. Penyemprotan aspal dilakukan dengan emrat (ember semprot) secara merata dengan jumlah aspal per m2 sesuai kebutuhan pada temperatur antara 135 – 160º C.
  6. Penebaran agregat pengunci dilakukan segera setelah penyemprotan aspal pada agregat pokok, dan tetap memperhatikan kemiringan melintang sebesar 2%.
  7. Pemadatan agregat pegunci dilakukan dengan mesin gilas roda besi 6 – 8 ton dengan kecepatan  ± 3 km/jam sampai kedudukan pengunci tertanam dengan baik (tidak goyang).
  8. Apabila Lapen dipergunakan sebagai lapis permukaan, kemudian dilakukan pekerjaan-pekerjaan sebagai berikut :
    Penyemprotan aspal dilakukan dengan emrat pada agregat pengunci secara merata dengan jumlah aspal sesuai kebutuhan pada temperatur 135 – 160º C.
    Penebaran agregat penutup dilakukan segera setelah penyemprotan aspal pada agregat pengunci selesai.
    Pemadatan agregat penutup dilakukan dengan mesin gilas 6 – 8 ton sebanyak 6 Lintasan.
  9. Lebar dan tebal padat lapis penutup menggunakan Lapen harus sesuai dengan gambar rencana, dengan toleransi sebagaimana ditetapkan oleh Pengawas.

PENGUJIAN MUTU

  1. Pengujian terhadap analisa saringan agregat dan material agregat yang diusulkan untuk digunakan.
  2. Material agregat yang lolos saringan/pengujian ditempatkan pada kelompok yang siap pakai.
  3. Pengujian laboratorium terhadap material aspal yang akan digunakan.
  4. Daftar harian dari temperatur aspal untuk setiap jam penyiraman aspal atau setiap waktu-waktu tertentu seperti yang ditentukan oleh Pengawas.

DIMENSI

Tebal lapis penutup menggunakan Lapen berkisar antara 5 : 8 cm.
Tebal lapen sebesar 7 atau 8 cm biasanya digunakan untuk lapis pondasi (tanpa agregat penutup).

PERBAIKAN KESALAHAN

Pekerjaan lapis penutup menggunakan Lapen yang telah selesai harus dapat memuaskan Pengawas Teknik. Harus kedap air tanpa ada lubang-lubang atau tanpa memperlihatkan adanya bagian yang kelebihan aspal.

Baca : Penguatan Perkerasan Aspal.

Pekerjaan perbaikan lapisan penutup menggunakan Lapen yang tidak memuaskan atau bila ada kesalahan sesuai petunjuk pengawas teknik dan termasuk pula bagian pekerjaan penyingkiran atau penambahan material. Penyingkiran seluruh material atau pelapisan ulang seluruh pekerjaan dengan lapen yang besar sesuai keperluan sampai didapatkannya suatu hasil pekerjaan yang memuaskan.

PEMELIHARAAN

Pihak Kontraktor/Pelaksana harus pula bertanggung jawab terhadap pekerjaan pemeliharaan rutin atas semua pekerjaan yang telah diselesaikan dan telah diterima selama periode kontrak termasuk periode jaminan (Warranty Period).

Baca Juga : Lapis Penutup Menggunakan Lasbutag.

2 comments

  1. Dear you are comprehensive in your thoughts. I have made something for guys to find their life partner. Please check my blog and share with people who need this guide.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates