Home / Contact / Lapis Penutup Menggunakan Burtu
474 views

Lapis Penutup Menggunakan Burtu

Gambar : Lapisan Penutup Mengunakan Burtu

Gambar : Lapisan Penutup Mengunakan Burtu

Lapis Penutup Menggunakan Burtu

lapis penutup menggunakan Burtu adalah lapisan penutup yang terdiri dari lapisan aspal ditaburi dengan satu lapis agregat bergradasi seragam, tebal maksimum 20 mm.

BAHAN

a.  Agregat

Agregat yang dipergunakan dapat berupa batu pecah atau kerikil yang kering, bersih, keras dan bebas lempung, bahan-bahn organis dan bahan-bahan lainnya yang tidak dikehendaki.

b.  Bahan Pengikat

Bahan pengikat yang dipergunakan dapat berupa aspal keras penetrasi 80/100 atau aspal cair (sebaiknya RC-250) atau aspal emulsi (sebaiknya RS-1) yang memenuhi persyaratan.

PERALATAN

Peralatan yang dipergunakan ditempat penyimpanan bahan terdiri dari :

  • Pemasak aspal
  • Thermometer aspal
  • Truk
  • Sekop,alat penghampar/penebar agregat (pengki), pelapis aspal (emrat)

Peralatan yang diperlukan ditempat pekerjaan terdiri dari :

  • Mesin penebar agregat
  • Mesin penyemprot aspal
  • Kompresor, mesin penyapu, sapu
  • Dump truk
  • Mesin gilas roda karet
  • Gerobak dorong, emrat dan alat-alat bantu lainnya.

CARA PELAKSANAAN

1.  Persiapan Lapangan

Permukaan jalan lama harus dibuat rata terlebih dahulu dengan lapis perata, cukup kering dan bebas dari bahan-bahan lempung, organis dan bahan-bahan lainnya yang tidak dikehendaki. Permukaan yang belum beraspal harus dibuat cukup lembab sebelum diberi lapis resap pengikat (Prime Coat) dengan aspal cair (sebaiknya MC-250) sebanyak 0,6 – 1,5 liter per m2, bila terdapat lubang harus ditambal terlebih dahulu.

2.  Penyiraman aspal

Aspal yang dipergunakan harus dipanaskan sebagai berikut :
a.  Aspal keras pen 80/100 : 130º – 160º C
b.  Aspal Cair MC-250 : 38º –   93º C

Pasang lembaran kertas penutup pada tempat-tempat awal penyiraman dan akhir penyiraman, guna memperoleh batas yang rapih pada tempat-tempat itu.

Baca :  Pengaruh Gradasi dan Derajat Kejenuhan terhadap Nilai CBR untuk Material Granular.

Bagian-bagian yang tidak kena/kurang aspal kerana tersumbatnya nozel alat penyemprot aspal, perlu diperbaiki dengan menggunakan emrat (pelapis aspal)

3.  Penebaran agregat

Penebaran agregat dilakukan dengan mesin penabur agregat yang bergerak dengan kecepatan tetap sampai seluruh lapisan aspal tertutup.

4.  Pemadatan

Pemadatan dilakukan dengan mesin gilas roda karet dengan kecepatan ± 5 km/jam sampai agregat tetanam dengan baik (4 – 6  lintasan).

Segera setelah pemadatan selesai jalan dapat dibuka untuk lalu lintas, dengan kecepatan yang dibatasi (max. 30 km/jam).

5.  Jumlah aspal dan agregat yang dibutuhkan ditentukan berdasarkan antara lain :

volume lalu lintas angkutan berat, jenis dan ukuran agregat, jenis aspal, temperatur rata-rata dan kondisi permukaan jalan yang ada. 

PENGUJIAN MUTU

1.  Pengujian terhadap analisa saringan agregat dan material agregat yang diusulkan untuk digunakan.
2.  Material agregat yang lolos saringan/pengujian ditempatkan pada kelompok yang siap pakai.
3.  Pengujian laboratorium terhadap material aspal yang akan digunakan
4.  Daftar harian dari temperatur aspal untuk setiap jam penyiraman aspal atau setiap waktu-waktu tertentu seperti yang ditentukan oleh direksi. 

DIMENSI

Tergantung kepada besarnya butiran agregat yang digunakan, maka tebal lapis penutup menggunakan Burtu berkisar antara 6 – 20 mm.

Ukuran agregat yang dianjurkan, lihat tabel dibawah ini :

Kondisi Permukaan Lalu Lintas
Sedikit Sedang Padat
Keras

Normal

Lunak

6 mm

9 mm

12 mm

6 mm

12 mm

20 mm

6 mm

12 mm

20 mm

Contoh  :
a.  Kondisi permukaan keras      :    LASTON
b.  Kondisi permukaan normal   :    LASBUTAG
c.  Kondisi permukaan lunak      :    LATASBUM

Jumlah aspal (aspal residu keadaan dingin) dihitung dengan rumus sebagai berikut :

                             VFA
Jumlah aspal :    ——–   X  ALD  Liter/m2
                             500

VFA    =     Rongga terisi aspal (%)
ALD    =     Ukuran diameter terkecil agregat rata-rata (mm)

Lihat Tabel untuk Rongga Terisi aspal (%) dibawah ini :

Lalu Lintas Jenis Agregat
Batu Pecah Batu Kerikil
Padat

Sedang

Sedikit

60 %

75 %

90 %

75 %

85 %

95 %

Jumlah agregat dihitung dengan rumus sebagai berikut :

                                              ALD
Jumlah Agregat (Lepas)  = ———   m3/m2
                                              625

ALD = Ukuran terkecil rata-rata (mm)

Jumlah  perkiraan  agregat  lepas  tersebut  di atas  dapat  ditentukan  sebagaimana tertera dibawah  ini :

Ukuran Nominal ALD
(mm)
Jumlah Agregat
(m3/m2)
20

12

9

6

10,2 – 12,6

7,3 – 9,1

       4,8 – 6

       2,7 – 3,1

0,016 – 0,020

0,012 – 0,015

0,008 – 0,010

0,004 – 0,005

PERBAIKAN KESALAHAN

Pekerjaan lapis penutup menggunakan Burtu yang telah selesai harus dapat memuaskan direksi teknik dan permukaannya harus terlihat seragam, dan bentuknya menerus, terkunci dengan rapat, harus kedap air tanpa ada lubang-lubang atau tanpa memperlihatkan adanya bagian yang kelebihan aspal.

Pekerjaan perbaikan lapis penutup menggunakan Burtu yang tidak memuaskan atau bila ada kesalahan sesuai petunjuk direksi teknik dan termasuk pula bagian pekerjaan penyingkiran atau penambahan material, penyingkiran seluruh material atau pelapisan ulang seluruh pekerjaan dengan burtu yang baru sesuai keperluan sampai didapatkannya suatu hasil pekerjaan yang memuaskan.

 

PEMELIHARAAN

Pihak kontraktor/Pelaksana harus pula bertanggung jawab terhadap pekerjaan pemeliharaan rutin atas semua pekerjaan yang telah diselesaikan dan telah diterima selama peiode kontrak termasuk periode jaminan (Warranty Period).

Baca Juga : Lapisan Penutup Menggunakan Buras.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates