Home / Contact / Lapis Penutup Menggunakan Buras
759 views

Lapis Penutup Menggunakan Buras

Gambar : Lapis Penutup Menggunakan Buras

Gambar : Lapis Penutup Menggunakan Buras

Lapis Penutup Menggunakan Buras

Campuran yang terdiri dari aspal taburan pasir dengan ukuran maksimum 3/8″ (9 mm). fungsi Lapis Penutup Menggunakan Buras adalah sebagai penutup yang menjaga permukaan agar tidak berdebu, kedap air, tidak licin dan mencegah lepasnya butiran halus. Lapis Penutup Menggunakan Buras ini tidak memiliki nilai struktural dan digunakan pada jalan yang belum atau sudah beraspal dengan kondisi yang telah stabil, mulai retak atau degradasi, serta dapat digunakan lalu lintas berat.

BAHAN

a.  Pasir

Pasir yang digunakan adalah pasir kasar yang diperoleh dari hasil pemecahan agregat atau pasir alam yang bersih, kering, bebas debu, mempunyai kandungan lempung sedikit, mempunyai kekerasan cukup dan mempunyai gradasi sebagai berikut :
1.  Lolos saringan 3/8” (9 mm) sebanyak 100%
2.  Lolos saringan No. 4 (4,8 mm) sebanyak 85 – 100 %
3.  Lolos saringan No. 8 (2,4 mm) sebanyak 0 –   40 %

Kecuali ditentukan lain oleh direksi.

b.  Bahan Pengikat

Aspal yang digunakan adalah :
1.  Aspal keras pen 60/70 atau pen 80/100.
2.  Aspal cair RC-250, RC-800
3.  Aspal emulsi RS-1, CRS-1, RS-2, CRS-2

PERALATAN

  • Truk
  • Mesin Gilas Tandem 4 – 6 ton
  • Gerobak dorong
  • Pengki, emrat dan alat-alat bantu lainnya
  • Tempat pemanas aspal
  • Thermometer aspal

CARA PELAKSANAAN :

  1. Pemanasan aspal harus dilakukan 3 (tiga) jam sebelum pelaksanaan dimulai, sampai mencapai temperatur 135º C – 160º C.
  2. Permukaan jalan harus kering dan bebas dari bahan-bahan lempung dan organis, serta bahan-bahan lain yang tidak dikehendaki. Bila terdapat lubang-lubang harus terlebih dahulu ditutup/ditambal.
  3. Penyiraman aspal dilaksanakan pada temperatur antara 135º C- 160º C, dilakukan merata sesuai dengan jumlah yang direncanakan.
  4. Penebaran pasir dilakukan secara merata segera setelah penyiraman aspal selesai (aspal masih dalam keadaan panas).
  5. Pemadatan dilakukan pada waktu aspal masih panas sebanyak 4 – 6 lintasan dengan kecepatan ± 5 km/jam.
  6. Untuk menjaga kemungkinan terjadinya bleeding di lapangan harus selalu tersedia agregat secukupnya untuk penabur.

 PENGUIAN MUTU :

  1. Pengujian terhadap analisa saringan pasir dari material pasir yang diusulkan untuk digunakan.
  2. Material pasir yang lolos saringan/pengujian ditempatkan pada kelompok yang siap pakai.
  3. Pengujian laboratorium terhadap material aspal yang akan digunakan.
  4. Daftar harian dari temperatur aspal untuk setiap jam penyiraman aspal atau setiap waktu-waktu tertentu seperti yang ditentukan oleh direksi.

DIMENSI

Kebutuhan pasir adalah sebanyak 0,01 – 0,15 m3 per m2.
Kebutuhan aspal adalah sebanyak 0,5 – 0,8 liter per m untuk jalan yang sudah beraspal, dan sebanyak 0,6 – 1,5 liter per m2  untuk jalan yang belum beraspal.
Tebal lapisan  buras antara 5 – 9 mm.

PERBAIKAN KESALAHAN

  1. Jika mutu dan jumlah bahan yang dipergunakan tidak mendapat persetujuan direksi, maka harus dilakukan perbaikan.
  2. Bila terjadi ketidak sesuaian dengan persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan, kontraktor diwajibkan untuk memperbaiki sesuai petunjuk direksi.

PEMELIHARAAN

Setelah pekerjaan selesai dikerjakan, kontraktor berkewajiban memelihara pekerjaan yang selama periode pemeliharaan sesuai ketentuan dalam kontrak.

Jika ada kerusakan selama periode pemeliharaan tersebut, maka kontraktor wajib melakukan perbaikan di bawah pengawasan direksi atau staf yang ditunjuknya.

Baca Juga : Laston Atas Menggunakan Material ATB (Asphalt Treated Base).

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates