Home / Contact / Lapis Penutup Menggunakan Burda
340 views

Lapis Penutup Menggunakan Burda

Gambar : Lapis penutup menggunakan Burda

Gambar : Lapis penutup menggunakan Burda

Lapis penutup menggunakan Burda

Lapisan aspal dua lapis (Burda) Adalah lapisan penutup pada permukaan jalan yang terdiri dari lapisan aspal ditaburi agregat yang dikerjakan dua kali secara berurutan.

BAHAN

a.  Agregat

Agregat yang dipergunakan terdiri dari agregat lapis pertama dan agregat lapis kedua, dapat berupa batu pecah atau kerikil yang bersih, kering berbentuk kubus, keras dan bebas lempung, bebas dari bahan-bahan organis dan bahan-bahan lain yang tidak dikehendaki.

b.  Bahan Pengikat

Bahan pengikat yang dipergunakan dapat berupa aspal keras pen 80/100, aspal cair (sebaiknya MC-250) atau aspal emulsi (sebaiknya RS-1) yang memenuhi persyaratan.

PERALATAN

Peralatan yang diperlukan ditempat penyimpanan bahan terdiri dari :

  • Loader
  • Dump Truck
  • Ketel Aspal
  • Sekop dan alat-alat bantu lainnya

Peralatan yang diperlukan ditempat pekerjaan terdiri dari :

  • Mesin penebar agregat
  • Mesin penyemprot aspal
  • Dump truck mesin gilas roda karet
  • Gerobak dorong, sapu, emrat, dan alat-alat bantu lainnya.

CARA PELAKSANAAN

Pekerjaan lapis penutup menggunakan Burda dilaksanakan dua kali berturut-turut, masing–masing dilakukan sebagai berikut :

1.  Persiapan lapangan

  • Permukaan jalan lama harus dibuat rata terlebih dahulu dengan lapis perata cukup kering dan bebas dari bahan-bahan lempung, bahan organis dan bahan-bahan lain yang tidak dikehendaki. Bila terdapat lubang harus ditutup terlebih dahulu.
  • Permukaan yang tidak mempunyai bahan pengikat harus cukup lembab sebelum diberi lapis pengikat (Prime Coat) dengan aspal cair (sebaiknya MC-250) sebanyak 0,6 – 1,5 liter per m2.

2.  Penyiraman aspal

a.  Aspal yang digunakan harus dipanaskan sebagai berikut :

1.  Aspal keras pen 80/100 : 135º – 160º C
2.  Aspal Cair MC – 250 : 38º –   93º C

b.  Pasang lembaran kertas penutup pada tempat-tempat awal penyiraman dan akhir penyiraman, guna memperoleh batas permukaan yang rapih pada tempat-tempat itu.

c.  Bagian-bagian yang tidak kena/kurang aspal karena tersumbatnya nozel alat penyemprot aspal, perlu diperbaiki dengan menggunakan emrat.

3.  Penebaran agregat

Penebaran agregat dilakukan dengan mesin penabur agregat yang bergerak dengan kecepatan tetap sampai seluruh lapisan aspal tertutup. Pada bagian-bagian yang diperlukan penambahan agregat dapat dilakukan secara manual.

4.  Pemadatan

Pemadatan dilakukan dengna mesin gilas roda karet dengan kecepatan ± 5 km/jam sampai agregat tetanam dengan baik (4 – 6 lintasan).

5.  Penentuan Jumlah bahan

Penentuan jumlah bahan pengikat dan agregat yang diperlukan untuk masing-masing lapis ditentukan berdasarkan antara lain : volume lalu lintas angkutan orang dan barang, jenis dan ukuran agregat, jenis aspal dan kondisi permukaan jalan yang ada.

PENGUJIAN MUTU

  1. Pengujian terhadap analisa saringan agregat dari material agregat yang diusulkan untuk digunakan.
  2. Material agregat yang lolos saringan/pengujian ditempatkan pada kelompok yang siap dipakai.
  3. Pengujian laboratorium terhadap material aspal yang akan digunakan.
  4. Daftar harian dari temperatur aspal untuk setiap penyiraman aspal atau setiap waktu-waktu tertentu seperti yang ditentukan oleh direksi.

DIMENSI

Tergantung kepada besarnya butiran agregat yang digunakan, maka tebal lapisan burda tiap satu lapis berkisar antara 6 – 20 mm.

Ukuran agregat yang dianjurkan, lihat tabel dibawah ini :

Kondisi
Permukaan
Lalu Lintas
Sedikit Sedang Padat
Keras

Normal

Lunak

6 mm

9 mm

12 mm

9 mm

12 mm

20 mm

12 mm

20 mm

20 mm

Contoh  :
a.  Kondisi permukaan keras       :  LASTON
b.  Kondisi permukaan normal   :  LASBUTAG
c.  Kondisi permukaan lunak      :  LATASBUM

Jumlah aspal (aspal residu keadaan dingin) dihitung dengan rumus sebagai berikut :

                             VFA
Jumlah aspal :    ——–   X  ALD  Liter/m2
                             500

VFA    =  Rongga terisi aspal (%)
ALD    =  Ukuran diameter terkecil agregat rata-rata (mm)

Lihat tabel untuk Rongga terisi aspal (%) dibawah ini :

Lalu Lintas Jenis Agregat
Batu Pecah Batu Kerikil
Padat

Sedang

Sedikit

60 %

75 %

90 %

75 %

85 %

95 %

Rumus di atas didasarkan pada jalan dengan kondisi permukaan beraspal rata/normal.

Jumlah agregat dihitung dengan rumus sebagai berikut :

                                             ALD
Jumlah agregat (Lepas)  =   ——–   m3/m2
                                             625

ALD = Ukuran terkecil rata-rata (mm)

Jumlah perkiraan agregat lepas tersebut di atas dapat ditentukan sebagaimana tertera dibawah ini :

Ukuran
Nominal
ALD
(mm)
Jumlah Agregat
(m3/m2)
20

12

9

6

10,2 – 12,6

7,3  –   9,1

4,8  –      6

2,7  –   3,1

0,016 – 0,020

0,012 – 0,015

0,008 – 0,010

0,004 – 0,005

PERBAIKAN KESALAHAN

Pekerjaan lapis penutup menggunakan Burda yang telah selesai harus dapat memuaskan direksi teknik dan permukaannya harus terlihat seragam, dan bentuknya menerus, terkunci dengan rapat, harus kedap air tanpa ada lubang-lubang atau tanpa memperlihatkan adanya bagian yang kelebihan aspal.

Baca : Jenis Aspal Beton atau Hotmix.

Pekerjaan perbaikan lapis penutup menggunakan Burda yang tidak memuaskan atau bila ada kesalahan sesuai petunjuk direksi teknik dan termasuk pula bagian pekerjaan penyingkiran atau penambahan material, penyingkiran seluruh material atau pelapisan ulang seluruh pekerjaan dengan Burda yang baru sesuai keperluan sampai didapatkannya suatu hasil pekerjaan yang memuaskan.

PEMELIHARAAN

Pihak kontraktor/pelaksana harus pula bertanggung jawab terhadap pekerjaan pemeliharaan rutin atas semua pekerjaan pemeliharaan rutin atas semua pekerjaan yang telah diselesaikan dan telah diterima selama periode kontrak termasuk periode jaminan (Warranty period).

Baca Juga : Lapis Penutup Menggunakan Burtu.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates