Home / Blog / Mengenal Sifat dan Karakteristik Beton Sebagai Bahan Bangunan
71 views

Mengenal Sifat dan Karakteristik Beton Sebagai Bahan Bangunan

Beton adalah salah satu material yang digunakan sebagai bahan bangunan. Dalam pembuatannya, beton berupa campuran homogen antara air, semen dan agregat. Agregat dibedakan menjadi 2 tipe, yakni agregat halus yang berisikan pasir dan agregat kasar yang berisikan batu pecah atau spilt. Proses kimia yang terjadi diantara semen dan air terjadi saat keduanya dicampur. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya ikatan dan proses pengerasan semen. Sifat dan karakteristik beton sebagai bahan bangunan bisa dilihat dari pembuatannya ini.

Sifat dan Karakteristik Beton Sebagai Bahan Bangunan

Proses kimia yang mengikat semen dan air akan menghasilkan panas. Hal ini dikenal dengan istilah hidrasi. Sifat dan karakteristik beton memiliki tegangan hancur tekan tinggi dan tegangan hancur tarik rendah. Dengan perkiraan komposisi, bahan beton ini dibuat rekayasa guna memeriksa sekaligus mengetahui perbandingan campuran. Hal ini dilakukan agar menghasilkan kekuatan bahan beton yang tinggi. Mengenai sifat dan karakteristik beton sebagai bahan bangunan, anda simak saja ulasan di bawah ini.

Rangkak dan Susut

Rangkak atau creep adalah penambahan regangan akan waktu. Dimana hal tersebut merupakan dampak dari adanya kinerja beban. Creep timbul dengan intensitas yang kian berkurang selang masa tertentu. Lalu selesai selang beberapa tahun. Nilai creep fungsi beton bobot yang tinggi akan lebih kecil dibandingkan dengan beton bobot yang rendah.

Pada umumnya, creep tak mengakibatkan dampak secara langsung terhadap kekuatan struktur, akan tetapi akan mengakibatkan redistribusi tegangan dalam kinerja beban. Hal ini tentu saja akan menyebabkan terjadinya lendutan atau deflection. Lain halnya untuk susut. Dimana istilah tersebut adalah perubahan volume yang tak berkaitan dengan beban. Proses susut yang dialami beton akan menimbulkan deformasi yang umumnya bersifat menambah deformasi creep.

Komposisi Adukan Beton

Fungsi beton bobot Bo bisa difungsikan tiap gabungan yang umum digunakan untuk jenis pekerjaan non strukturril. Hal ini memiliki kriteria komparasi dengan jumlah kerikil atau batu pecah dan pasir terhadap jumlah semen, tak boleh lebih dari 8 : 1.

Konsentrasi Adukan Beton

Konsentrasi atau kekentalan adukan beton harus disesuaikan dengan teknik pengangkutan, pemadatan, jenis konstruksi hingga kerapatan dari tulangan. Tingkat konsentrasi ini dipengaruhi oleh jumlah semen, jenis semen, nilai hal air semen, jenis agregat, rangkaian butir agregat, hingga pemakaian bahan pembantu. Pengecekan konsentrasi adukan beton bisa disamakan dengan slump.

Faktor Air Semen

FAS (faktor air semen) merupakan perbandingan antara berat air dan berat semen. Dengan FAS yang nilainya 0,40 sudah bagus untuk memprovokasi semua semen berhidrasi dalam menyusun batuan keras. FAS yang rendah atau berarti memiliki kadar air minim bisa mengakibatkan air salah satu bagian semen sedikit. Bahkan menyebabkan jarak antara butiran semen menjadi pendek.

Persoalan tersebut menyebabkan batuan semen menjadi lebih cepat dalam menjangkau kepadatan sekaligus kekuatan mula yang semakin tinggi. Hal tersebut sampai membuat kekuatan akhir beton semakin rendah atau berkurang. Begitu pula sebaliknya. FAS yang semakin tinggi bisa menyebabkan bahan beton lebih berpori. Kekuatan serta masa fungsikan bahan beton pun bisa berkurang.

Perawatan

Sifat dan karakteristik beton sebagai bahan bangunan lainnya ialah bebas perawatan. Bahan beton hampir tak membutuhkan perawatan. Masa konstruksinya pun mencapai 50 tahun. Sementara elemen konstruksi beton memiliki kekakuan tinggi. Hal ini juga membuat bahan beton sangat aman akan bahaya kebakaran. Tak heran jika material beton banyak dipilih sebagai bahan bangunan.

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates