Home / Blog / Pengertian Aspal Cair Lengkap Dengan Fungsinya
1,206 views

Pengertian Aspal Cair Lengkap Dengan Fungsinya

Sebelum mengulas mengenai pengertian aspal cair, ada baiknya anda ketahui apa itu aspal terlebih dahulu. Aspal adalah material berwarna hitam ataupun coklat tua. Dalam suhu ruang, aspal berbentuk padat hingga agak padat. Apabila dipanaskan sampai suhu tertentu, pastinya bentuknya bisa menjadi lunak atau cair. Dengan begitu, aspal bisa membungkus partikel agregat saat membuat campuran aspal beton. Selain itu, aspal cair bisa masuk ke dalam pori-pori pada penyemprotan atau penyiraman dalam perkerasan macadam ataupun pelaburan. Apabila suhu mulai turun. Aspal nantinya akan mengeras serta mengikat agregat di tempatnya. Hal ini disebut dengan sifat termoplastis.

Pengertian Aspal Cair

Pengertian aspal cair atau yang juga dikenal dengan istilah asphalt cut back ialah aspal yang bentuknya cair dalam suhu ruang. Aspal cair sebenarnya adalah semen aspal yang dicairkan menggunakan bahan pencair. Bahan ini didapat dari hasil penyulingan minyak bumi. Sebut saja bensin, minyak tanah, atau solar. Bahan pencair ini membedakan aspal cair menjadi 3 bagian, yakni medium curing, slow curing dan rapid curing. Medium curing adalah aspal cair yang menggunakan bahan pencair berupa minyak tanah. Untuk slow curing ialah aspal cair yang memakai bahan pencair berupa solar. Sementara untuk rapid curing menggunakan bensin sebagai bahan pencairnya.

Aspal termasuk bahan yang begitu kompleks. Secara kimia, aspal belum dikarakterisasi dengan sempurna. Di dalam aspal itu sendiri terdapat kandungan senyawa karbon tak jenuh dan jenuh, alifatik hingga aromatic. Dimana kandungan tersebut memiliki atom karbon hingga 150 per molekul. Selain hidrogen serta karbon, atom-atom yang juga membangun aspal ialah oksigen, belerang, nitrogen, dan beberapa atom lainnya. Apabila dilihat secara kuantitatif, pada umumnya 80% massa aspal ialah karbon, 6% belerang, dan 10% hydrogen. Sementara sisanya oksigen, nitrogen, renik besi, nikel, serta vanadium.

Fungsi Aspal Cair

Beralih ke fungsinya, aspal cair memiliki beragam kegunaan yang pastinya menguntungkan. Aspal cair dimanfaatkan untuk kebutuhan lapis resap pengikat atau prime coat. Dalam hal ini, aspal cair yang digunakan ialah jenis MC – 30, MC – 250, MC – 70. Selain itu, kebutuhan tersebut sebenarnya juga bisa dipenuhi dengan menggunakan aspal emulsi tipe CMS, MS. Mengenai kebutuhan lapis pengikat atau yang juga dikenal dengan sebutan tack coat menggunakan aspal cair jenis RC – 250, RC – 70 atau bisa juga aspal emulsi dengan jenis CRS, RS.

Fungsi aspal cair juga tergantung jenisnya. Seperti yang telah diulas di atas, berdasarkan kemudahan penguapan bahan yang berfungsi sebagai pelarut dan bahan pencairnya, aspal cair dibedakan menjadi RC, MC, serta SC. Rapid curing digunakan sebagai tack coat atau lapis perekat. Tak hanya itu, RC juga banyak dimanfaatkan sebagai prime coat atau lapis resap pengikat.

Untuk medium curing cut back berfungsi sebagai aspal keras yang larut menggunakan minyak tanah atau kerosine. Medium curing cut back ini adalah cutback aspal yang memiliki kecepatan menguap sedang. Lain halnya untuk slow curing cut back, jenis aspal cair ini dilarutkan dengan solar. SC adalah cut back asphal yang memiliki kecepatan menguap paling lama. Slow curing cut back digunakan sebagai prime coat dan dust laying atau lapis pengikat debu. Dengan anda mengetahui pengertian aspal cair beserta apa saja fungsinya, anda bisa memanfaatkan aspal secara baik. Pemanfaatan secara baik dan tepat bisa mempengaruhi hasil pengerjaan yang dilakukan.

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates