Home / Contact / Lapis Pondasi Tanah Semen
272 views

Lapis Pondasi Tanah Semen

Gambar : Lapis Pondasi Tanah Semen

Gambar : Lapis Pondasi Tanah Semen

PEKERJAAN BAGIAN–BAGIAN PERKERASAAN JALAN

Pembahasan pekerjaan bagian–bagian perkerasan jalan ini di susun sesuai urutan dalam Dokumen Kontrak buku volume – 3 spesifikasi.

VI.  LAPIS PONDASI TANAH SEMEN

Pekerjaan Lapis Pondasi Tanah Semen adalah penghamparan dan pemadatan lapis Pondasi yang materialnya terdiri dari tanah yang distabilisasi semen yang dipasang di atas permukaan Tanah Dasar.
Di atas lapis Pondasi Tanah Semen harus dipasang lapis permukaan dari Perkerasan Aspal sebagai lapisan aus.

Baca : Mengenal Proses Penting Pemadatan Tanah.

Pekerjaan ini dilaksanak pada daerah–daerah yang sulit didapat material batu namun disekitar lokasi jalan mudah mendapatkan tanah yang memenuhi syarat untuk pondasi tanah semen.
Pekerjaan lapis Pondasi Tanah Semen meliputi pekerjaan menyediakan material tanah, semen dan agregat (chip), memeroses pencampuran dengan alat disyaratkan, penghamparan, pembentukan, pemadatan dan pengerasan (pemeraman).

1.  Hal–hal yang perlu diperhatikan pada pelaksanan :

1.1.  Mencari quarry–quarry material tanah sampai deposit yang diperlukan untuk seluruh pekerjaan mencukupi.
Dari setiap lokasi quarry material tanah tersebut, material diperiksa sifat–sifatnya dan selanjtnya dibuat perencanaan campuran tanah stabilsasi semen di laboratorium. Sampai didapat rencana campuran yang memenuhi syarat Spesifikasi (tabel IV.6.1) dengan kadar semen yang paling menguntungkan.

1.2.  Mencari Sumber air yang akan dipakai untuk pencampuran material. Air tesebut diperiksa sehingga didapatkan sumber air yang memenuhi syarat.
Pada umumnya air yang mengandung bahan organik tidak boleh dipakai, karena biasanya mengandung oksigen aktif yang merusak struktur bahan yang mengandung semen.

1.3.  Menyiapkan gudang penyimpanan semen yang aman dan kering agar dapat menyimpan persediaan semen yang cukup.

1.4.  Pemilihan alat pencampur harus sesuai dengan sifat tanah yang akan dipakai seperti yang disyaratkan dalam Spesifikasi (tabel IV.6.2). Apabila akan dilakukan pencampuran ditampat yang terpusat (tidak mencampur di tempat penghamparan). Kontraktor harus menyiapkan lahan untuk menempatkan alat–alat pencampur serta untuk menyimpan stok tanah yang akan dicampur.

1.5.  Stok tanah yang disimpan di tempat pencampuran terpusat harus dihaluskan pada kadar air dibawah kadar air optimum, dan harus dilindungi dari air hujan.

Tabel IV.6.2 : Petunjuk untuk Pemilihan Alat–alat untuk Pencampuran Material Tanah Semen

Catatan :
Alat–alat tidak akan diterima atau ditolak dengan dasar dari tabel ini, yang hanya diberikan sebagai petunjuk umum untuk membantu Kontraktor.

1.6.  Pelaksanaan dan Jadwal Kerja :

a.  Pekerjaan pencampuran hanya dilakukan apabila segala persiapan penghamparan telah siap (Tanah Dasar sudah memenuhi syarat, perlatan penghamparan dan pemadatan dalam keadaan baik, cuaca diperkirakan tidak akan hujan dan lain–lain).
Tanah yang telah dicampur dengan semen saat itu juga harus diangkut ketempat pemasangan, dihampar, dibentuk dan dipadatkan pada kadar air optimum. Tenggang waktu dari mulai pencampuran sampai selesai pembentukan dan pemadatan hanya diijinkan 1 jam. Dengan demikian volume pencampuran material dibatasi sebatas kebutuhan material yang akan dihampar saat itu.

b.  Dengan adanya persyaratan dalam spesifikasi bahwa selambat–lambatnya 14 hari setelah penghamparan Tanah Semen harus ditutup dengan lapis aspal, maka sebelum penghamparan Tanah Semen, di Lapangan harus sudah tersedia material dan peralatan pencampur dan penghampar Campuran Aspal selengkapnya.

1.7.  Setelah selesai pembentukan dan pemadatan Permukaan Lapis Pondasi Tanah Semen, di atasnya segera dihampar butiran batu yang gradasinya memenuhi gradasi material untuk pekerjaan Burtu/Burda (tabel IV. 8.2 dan IV.8.3) dan ditanam kedalam Lapis Pondasi Tanah Semen tersebut dengan penggilasan.
Lapis Pondasi Tanah Semen yang telah selesai dikerjakan harus ditutup beberapa hari dengan plastik/terpal agar air dalam lapisan tersebut tidak cepat menguap.

1.8.  Selambat labatnya 14 hari setelah penghamparan, diatas Lapis Pondasi Tanah Semen harus dihampar lapis perkerasan aspal.

2.  Pengukuran Hasil Kerja dan Pembayaran

Pembayaran hasil pekerjaan dilakukan dalam dua mata pembayaran yaitu :

–  5.4 (1)  Lapis Pondasi Tanah Semen (LPTS) dalam meter kubik.
–  5.4 (2)  Semen untuk Lapis Pondasi Tanah Semen (Semen LPTS) dalam ton.

Pembayaran hasil kerja merupakan pekalian volume hasil kerja tiap mata pekerjaan harga satuan mata pembayaran tersebut dalam kontrak.

a.  Pengukuran kwantiti LPTS (meter kubik) :

Kwantiti LPTS adalah perkalian dari tebal rata–rata yang dterima, lebar rata–rata yang diterima dan panjang yang diukur.

Tebal rata–rata yang diterima :

  • Ada tiga ketebalan yang harus dimonitor :
    Ketebalan di tempat, Ketebalan Efektif dan Ketebalan Gambar Rancangan.
    Tebal rata–rata yang diterima adalah niali rata–rata terkecil dari ketiga-nya.
  • Untuk pengukuran ketebalah harus ditetapkan titik–titik monitoring/cross section dengan jarak 50 meter. Perhitungan ke-tiga ketebalan tersebut harus mempergunakan hasil monitoring pada titik–titik yang sama. Pada setiap cross section harus dilakukan 5 titik monitoring
  • Ketebalan di Tempat : diukur dari hasil pengukuran elevasi permukaan sebelum dan sesudah dilapis Tanah Semen di titik monitor
  • Ketebalan Efektif : diukur di titik–titik monitor dari ketebalan LPTS yang telah selesai yang mempunyai kekuatan minimum seperti yang disyaratkan sebagaimana diukur oleh skala penetrometer dengan pengukuran tinggi.

Lebar Rata – rata yang Diterima :

  • Ada dua lebar yang harus dihitung yaitu :
    Lebar pada gambar rancangan dan lebar LPTS terpasang yang telah diterima yang diukur pada titik monitoring. Pengukuran lebar dilakukan pada permukaan.
  • Lebar rata–rata yang diterima adalah nilai yang terkecil dari kedua–nya.

Panjang yang diukur :

Pengukuran panjang dilakukan pada as–jalan dengan prosedur pengukuran teknik yang standar.

b.  Pengukuran kwantiti semen LPTS (ton) :

Kwantiti Semen LPTS didapat dengan rumus :

(berat total semen yang dipakai) dikalikan (kwantitas LPTS yang diterima) dibagi (kwantitas LPTS yang dipasang).

  • Berat total semen yang dipakai sesuai dengan jumlah semen yang dipakai pada catatan harian
  • Kwantitas LPTS yang dipasang adalah hasil kali tebal rata–rata yang dipasang, lebar rata–rata yang dipasang dan panjang yang diukur, termasuk LPTS yang ditolak.

Sumber : Sertifikasi Ahli Pelaksana Jalan/Ahli Pelaksana Jembatan.

Baca Juga : Pondasi Jalan Tanpa Penutup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates