Home / Blog / Definisi, Kelebihan dan Kekurangan Aspal Emulsi Dalam Pemeliharaan Jalan
229 views

Definisi, Kelebihan dan Kekurangan Aspal Emulsi Dalam Pemeliharaan Jalan

Dalam pemeliharaan jalan selalu membutuhkan aspal sebagai salah satu elemennya. Aspal itu sendiri adalah hasil tambang yang sifatnya lengket dan tebal. Hasil tambang dengan warna hitam ini berfungsi sebagai perekat dan memberikan pelayanan terhadap volume lalu lintas yang semakin tinggi. Jenis aspal ini sangat beragam, salah satunya aspal emulsi. Aspal emulsi merupakan campuran dari petroleum bitumen (aspal minyak), air dan bahan kimia yang disebut dengan emulsifier. Pada kesempatan kali ini, kami akan bagikan definisi, kelebihan dan kekurangan aspal emulsi selengkapnya untuk anda.

Definisi Aspal Emulsi

Aspal emulsi dikenal sebagai keluarga minyak yang bisa bercampur dengan air dan bantuan emulsifier lewat proses emulsifikasi. Dalam proses emulsifikasi, aspal dijadikan sebagai butiran yang ukurannya sangat kecil, yakni 0,1 sampai 20 mikron. Aspal ini juga ditambahkan muatan listrik statis emulsifier. Dengan adanya muatan listrik ini, terjadilah gaya saling tolak diantara butiran aspal atau asphalt droplets. Dengan begitu, aspal tersebar rata dalam media air sehingga menjadi emulsi.

Adanya gaya saling tolak ini terbilang cukup stabil. Dengan begitu, aspal tak menyatu kembali. Semua proses ini terjadi pada alat yang disebut dengan colloid mill. Perlu diketahui, pemilihan aspal, colliod mill, dan jenis emulsifier sangat mempengaruhi kualitas aspal emulsi yang dihasilkan. Mengenai jenisnya, pada umumnya terdapat tiga jenis aspal emulsi, yakni anionik, kationik serta non-Ionik. Dari ketiganya, jenis aspal emulsi yang paling umum digunakan untuk konstruksi jalan ialah kationik. Hal ini dikarenakan kationik bisa adaptasi secara baik dalam berbagai jenis batuan.

Perlu diketahui, dari ketiga jenis aspal emulsi yang kami sebutkan di atas, aspal emulsi dikategorikan lagi berdasarkan kecepatan terpisahnya bagian aspal dengan air. Adapun jenisnya ialah medium setting, rapid setting, dan slow setting. Khusus untuk jenis kationik, aspal emulsi dibagi menjadi cationic medium setting (CMS), cationic rapid setting (CRS) dan cationic slow setting (CSS).

Kelebihan dan Kekurangan Aspal Emulsi

Setelah mengetahui definisi aspal emulsi lengkap dengan jenisnya, ada baiknya anda juga simak apa saja kelebihan dan kekurangan aspal emulsi dalam pemeliharaan jalan berikut ini. Dengan begitu, anda bisa lebih mengenal apa itu aspal emulsi dalam pemanfaatan untuk pemeliharaan jalan.

Kelebihan Aspal Emulsi

Dengan menggunakan aspal emulsi, jalan akan terlihat lebih halus, harga lebih ekonomis, menghasilkan kebisingan lebih rendah, lebih mudah diperbaiki dan warna lebih teduh. Tak hanya itu, pembuatan jalan dengan aspal emulsi juga lebih cepat. Jika dibandingkan dengan beton, aspal emulsi memang membutuhkan waktu pembuatan yang relatif lebih singkat. Pembuatannya hanya sampai mencapai kekuatan tertentu supaya bisa dilalui pengendara. Terlebih lagi, masa pengawetan aspal hanya berlangsung selama 1-2 hari saja. Berbeda dengan beton yang menghabiskan waktu sekitar 1-3 minggu. Dengan begitu, pemakaian aspal emulsi memungkinkan jalan bisa lebih cepat digunakan.

Kekurangan Aspal Emulsi

Dalam mengulas kelebihan dan kekurangan aspal emulsi, ada beberapa hal yang perlu anda pertimbangkan. Dengan aspal emulsi, jalan akan menjadi kurang tahan lama. Selain itu, jalan menjadi bergantung pada kondisi tanah. Perawatan yang perlu diberikan pun harus optimal. Lebih lanjut, kekurangan dari aspal emulsi lainnya ialah sistem drainase. Penggunaan aspal emulsi untuk pemeliharaan jalan memang membutuhkan sistem drainase. Sistem drainase atau pembuangan air haruslah dibuat sebaik mungkin supaya lapisan aspal tetap kuat. Adanya sistem drainase ini bisa mengatasi kelemahan aspal emulsi terhadap resiko genangan.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates