Home / Contact / Drainase Bawah Tanah (Sub Surface Drainage)
636 views

Drainase Bawah Tanah (Sub Surface Drainage)

Gambar : Drainase Bawah Tanah

Gambar : Drainase Bawah Tanah

Drainase bawah Tanah (Sub Surface Drainage)

Drainase bawah Tanah (Subsurface Drainage) Saluran drainase yang bertujuan mengalirkan air limpasan permukaan melalui media dibawah permukaan tanah (pipa-pipa), dikarenakan alasan-alasan tertentu. Alasan itu antara lain Tuntutan artistik, tuntutan fungsi permukaan tanah yang tidak membolehkan adanya saluran di permukaan tanah seperti lapangan sepak bola, lapangan terbang, taman dan lain-lain.

Air tanah yang terkumpul di badan jalan dapat disebabkan oleh beberapa hal yang terpenting adalah :
–  Letak muka air tanah di sekitar jalan, tinggi.
–  Mata air atau air rembesan muncul di bawah permukaan jalan .
–  Air permukaan merembes ke dalam badan jalan secara :

  • Melalui suatu perkerasan yang retak-retak.
  • Masuk dari saluran samping .

Jenis :

  1. Saluran peresapan .
  2. Pipa persepan :
    a. Drainase melintang
    b. Drainase galian terdiri dari :
    –  Untuk muka air tanah diatas muka jalan
    –  Bila ada mata air dan rembesan
    –  Drainase badan jalan pada galian & timbunan
    –  Saluran penyadap
    –  Lapisan pengering

SALURAN PERESAPAN

Digunakan untuk pengeringan air apabila keadaan tanah dan lapangan tidak memungkinkan untuk membuat selokan terbuka atau apabila menggunakan pipa peresapan harganya mahal.

 

PIPA PERESAPAN

a.  Drainase melintang (transverse drain)

Pada badan jalan yang menggunakan bahan-bahan yang tidak kedap air, cukup dibuat saluran samping ke arah memanjang.
Pada badan yang menggunakan bahan-bahan kedap air, perlu dibuat drainse melintang pada badan jalan dan dihubungkan ke saluran samping.
Saluran melintang dimaksukdan untuk membuat badan jalan cepat kering dan kedalaman saluran minimal 50 cm di bawah permukaan tanah dasar (Sub grade).

 


– Letak pipa drainse melintang dibawah badan jalan seperti pada gambar
– Drainase melintang dengan 0 : 10 cm dan jarak setiap saluran antara 30 – 45 cm
– Kemiringan pipa 1 : 50
– Drainase melintang diperlukan pula pada daerah perpindahan dari galian ke timbunan

Permukaan air tanah di daerah galian, cenderung akan keluar melalui pertemuan antara daerah galian dan timbunan, dan itu sebabnya di daerah pertemuan ini dapat dibuat drainase melintang.

b. Drainase galian (drainase pada bagian galian)

1.  Permukaan air tanah diatas muka jalan

Diameter pipa 5 cm – 10 cm (pipa lempung yang di bakar dan lain sebagainya) dipasang sejarak 10 – 13 meter pada kedalaman 40 – 45 cm yang kemudian ditimbun dengan kerikil.
Setengah dari pipa terletak dalam lapisan lempung dan dipasang mengikuti kemiringan lereng seperti pada gambar 14, dengan potongan melintang seperti gambar 13.

Gambar 13

Gambar 13

2.  Bila ada mata air dan rembesan (seepage)

Rembesan air yang terdapat diatas tebing akan mengganggu kestabilan telud galian.
Untuk mengatasi hal tersebut air ditampung ke dalam drainase lereng, kemudian masuk ke dalam bak penampung di sisi jalan, untuk selanjutnya dialirkan kesaluran pembuang (lihat gambar 14)

Gambar 14

Gambar 14

3. Drainase badan jalan pada galian dan timbunan (drainase air tanah)

Drainase air tanah dimaksudkan untuk menampung/menurunkan air tanah sehingga mempertinggi kestabilan lereng.
Jarak antara masing-masing saluran kurang lebih 15 meter.

Gambar 15

Gambar 15

Apabila batas timbunan dan galian dibuat bertangga maka fungsi drainase talud timbunan dapat di ganti dengan pemasangan lapisan lulus air (permeable) dan bronjong yang dilengkapi lapisan penyaring (injuk) yang dipasang pada batas-batas tanah dan bronjong.

Saluran Penampung

Gambar 16

Gambar 16

4. Saluran penyadap (relief drain)

Talud galian yang tinggi terutama talud galian pada tanah danau atau lempung dengan daerah pengaliran air hujan yang luas, akan mudah terjadi longsoran yang disebabkan adanya kenaikan tekanan air pori dibagian atas talud.

Baca : Aspal Hotmix.

Untuk merendahkan tekanan air ini, dibuat lubang mendatar (miring sedikit) kedalam talud galian.
Pipa yang dipakai berdiameter kecil dan berlubang-lubang. Saluran penyadap diperlukan untuk mengurangi tekanan air tanah talud atau badan jalan.

Bangunan saluran penyadap seperti di bawah ini :

Gambar 17

Gambar 17

5. Lapisan pengering

Akibat gaya kapiler, air dapat naik melalui rongga-rongga antara butir-butir tanah.
Bila gejala ini dijumpai pada tanah timbunan, badan jalan dan dasar jalan, maka lapisan pengering yang diperlukan adalah lapisang pengering di bawah pondasi.

Gambar 18

Gambar 18

CARA PELAKSANAAN

1.  Pentuan titik dari saluran

Lokasi, panjang, arah dari aliran dan kelandaian yang diperlukan dari seluruh selokan yang akan dibentuk atau digali atau diberi pasangan, dan lokasi dari seluruh lubang penampung dan pembuangan yang berhubungan harus ditentukan.

2.  Pembangunan selokan

  • Penggalian, penimbunan dan pemasangan harus dilakukan sebagaimana diperlukan untuk membentuk selokan baru atau lama sesuai garis dan kelandaian yang ditunjukkan pada gambar potongan memanjang yang disetujui dan pada type profil selokan yang ditentukan.
  • Seluruh bahan dari hasil galian harus dibuang dari selokan sekurang-kurangnya pada jarak 10 meter hingga dikemudian hari tidak akan ada bahan kelebihan tadi yang dapat jatuh dan masuk ke dalam selokan yang sudah digali.

3.  Pengamanan saluran air yang ada

  • Sungai atau kanal yang berbatasan dengan pekerjaan harus tidak terganggu.
  • Jika galian atau pengerukan pada dasar sungai tidak dapat dihindarkan untuk pelaksanaan yang tepat dari pekerjaan, setelah pekerjaan selesai dilaksankan, maka galian tersebut harus ditambah kembali sedemikian sehingga kepermukaan tanah asli atau dasar sungai dengan material yang disetujui.
  • Pekerjaan lain yang berkaitan dengan ini :
    1.  Mobilisasi
    2.  Field engineering
    3.  Pasang batu dan mortar
    4.  Gorong-gorong dan drainase beton
    5.  Galian-galian
    6.  Timbunan
    7.  Pemeliharaan rutin perkerasan, bahu jalan, drainase dengan perlengkapan jalan dan jembatan.

4.  Menguji kwalitas

Material dan jaminan mutu

  1. Timbunan
    Bahan timbunan yang digunakan harus memenuhi persyaratan sifat material, penempatan, pemadatan dan jaminan mutu yang dipersyaratkan.
  2. Pasang batu
    Saluran dengan pasangan batu harus memenuhi ketentuan seperti sifat bahan, penempatan, pemadatan dan jaminan mutu yang dipersyaratkan.

5.  Dimensi

Toleransi dimensi saluran

  • Ketinggian akhir dari dasar dimensi selokan harus tidak boleh berbeda lebih dari 1 cm dari yang dipersyaratkan dan harus cukup halus dan merata untuk menjamin aliran yang bebas dari air tanpa tergenang pada saat sungai mengering (aliran yang kecil).
  • Kedudukan akhir alignement dan profil penampang melintang harus tidak berbeda jauh dengan yang dipersyaratkan dan toleransi diperkenaan hanyalah 5 cm.

PERBAIKI KESALAHAN

Perbaikan dilakukan terhadap pekerjaan yang rusak atau tidak memuaskan diantaranya :

  1. Pemadatan kembali tanah timbunan jika hasil uji kepadatan tidak memuaskan.
  2. Perbaikan dilakukan terhadap pekerjaan pemasangan batu yang rusak atau tidak memuaskan.
  3. Jika saluran yang bisa dibuat tidak berfungsi pada saat dialiri air, maka perlu diselidiki faktor penyebabnya, dan kemudian dilakukan perbaikan.
  4. Apabila hasil uji material porous tidak memuaskan maka perlu dilakukan pergantian material yang sesuai dengan persyaratan spesifikasi.
  5. Jika tanah urugan rusak/longsor karena pengaruh air hujan (pengaliran air yang kurang diperhatikan) maka harus diurung kembali dan dipadatkan lapis demi lapis
  6. Kadang-kadang ø pipa gorong-gorong yang dipasang kurang besar, sebab aliran air membantu endapan lumpur, untu itu ø pipa harus diperbesar.
  7. Kerusakan berat setempat akibat longsor pada lerng saluran, sehingga saluran terseumbat tidak bergunsi, untuk mengatasinya maka lereng harus diperbaiki dengan pengurangan dan pemadatan kembali serta saluran dibersihkan agar dapat berfungsi kembali.
  8. Terdapat lubang-lubang pada gorong-gorong yang sudah terpasang, disebabkan karena kesalahan pelaksanaan atau mutu beton yang kurang baik. Untuk itu maka gorong-gorong tersebut harus diganti dengan yang besar dengan kondisi baik dan siap pakai
  9. Retak ringan pada salurang pasangan batu/beton yang disebabkan oleh pengembangan/penyusutan tanah yang bersifat ekspansip. Penagananya dilakukan dengan mengisi retak-retak yang ada dengan campuran aspal pasir atau adukan semen pasir. Jika retaknya cukup berat, maka bagian yang retak dibongkar, tanah ekspansip dibawahnya digali sedalam ± 20 cm, dan diisi pasir serta dipadatkan. Kemudian bangunan drainase tersebut diperbaiki .

PEMELIHARAAN

Pemeliharaan drainase Bawah tanah dilakukan dengan tujuan mempertahankan kondisi bangunan agar pengaliran air tetap lancar.
Perbaikan ringan dilaksanakan jika bangunan drainase bawah tanah mengalami retak-retak atau adanya endapan lumpur.
Perbaikan berat dilaksanakan jika terdapat lubang-lubang pada bangunan drainase bawah tanah.

Baca Juga : Drainase Permukaan (Surface Drainage).

3 comments

  1. Sedekah Ebook Gratis dari Pustakalupi : Ebook pemrograman Electron. Bikin aplikasi desktop dengan teknologi web? Bisa: http://bit.ly/sedekahelectron

  2. terimakasih sharing nya sangat memberikan pengetahuan baru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates