Home / Blog / Mengetahui Sistem Perkerasan Jalan di Tanah Gambut
323 views

Mengetahui Sistem Perkerasan Jalan di Tanah Gambut

Salah satu jenis tanah yang ada di Indonesia adalah tanah gambut. Karena Indonesia merupakan negara tropis, maka daerahnya pun memiliki kondisi geografis yang berbeda-beda. Tanah gambut merupakan tanah yang terbentuk akibat adanya pelapukan tumbuhan yang telah terjadi selama ribuan tahun. Maka dari itu, tanah ini bukan daratan tau tanah yang asli. Namun demikian, untuk membangun infrastuktur di berbagai daerah, maka perkerasan jalan di tanah gambut pun juga harus dilakukan. Hanya saja perlu adanya penyelidikan dan perlakuan yang khusus untuk pengerjaan perkerasan jalan di lahan gambut seperti ini.

Mengetahui Sistem Perkerasan Jalan di Tanah Gambut

Di Indonesia, darerah yang umumnya memiliki banyak lahan gambut adalah Kalimantan. Sebagaimana yang kita ketahui, Kalimantan merupakan daerah dengan kawasan perhutanan yang sangat lebat. Banyak sekali hutan, area rawa, dan lahan lain yang sangat mendukung terbentuknya lahan gambut. Tanah gambut pun memiliki ketebalan yang bervariasi, mulai dari hitungan cm hingga sedalam 15 meter.

Permasalahan utama pada area tanah gambut adalah adanya penurunan permukaan tanah setiap tahunnya. Penurunan ini bisa mencapai 1 meter selama 10 tahun. Hal ini tentu saja mempersulit perkerasan jalan di tanah gambut, sebab harus memperhitungkan tanah gambut yang terus mengalami penurunan.

Pra Rekondisi Jalan di Tanah Gambut

Sebelum dilakukan perkerasan, tanah gambut harus dikelola terlebih dahulu melalui beberapa tahapan. Tahapan pertama adalah dengan memperbaiki lahan gambut. Perbaikan tanah ini bisa dilakukan dengan cara dikupas atau terlebih dahulu digali. Selanjutnya, area yang digali diisi dengan menggunakan tanah atau pasir yang memiliki struktur dan kondisi yang lebih baik. Setelah diisi dengan tanah, maka area tadi akan dipadatkan dengan memberikan beban di atas permukaan tanah selama jangka waktu tertentu.

Pemadatan Jalan di Tanah Gambut

Proses pemadatan tanah dapat dipercepat dengan menggunakan vertical sand drain, yang dalam penggunaannya harus dipasang dalam jarak tertentu. Cara lainnya adalah dengan menggunakan metode vertical wick drain yakni penggunaan bahan sintetis yang cara pemasangannya dilakukan secara vertikal. Penerapan metode vertical wick drain juga dapat dilakukan dengan menambahkan pompa vakum, sehingga tanah lebih cepat padat. Dengan cara ini, air dan udara yang terjebak di tiap lapisan akan mudah keluar.

Untuk area gambut yang tidak terlalu luas, metode yang bisa diguankan adalah dengan penggunaan pondasi cakar ayam. Setelah pondasi terpasang, lapisan paling atas diberikan beban untuk pemadatan. Setelah pemadatan selesai, konstruksi perkerasan jalan di tanah gambut baru bisa dibangun. Cara lain yang cukup terjangkau adalah dengan menggunakan dolken atau bamboo.

Tipe Perkerasan Jalan di Tanah Gambut

Dalam perkerasan di tanah gambut, tipe perkerasan yang direkomendasikan adalah perkerasan konstruksi lentur. Pemilihan tipe ini dikarenakan lebih ringan, sehingga cocok untuk tanah gambut. Jika menggunakan perkerasan kaku, maka hasilnya jalan di tanah gambut akan mudah mengalami keretakan. Hal ini disebabkan sifat dari perkerasan kaku yang lebih berat.

Selain itu, sebelumnya lahan gambut juga harus melalui proses stabilisasi. Khusus pada lahan gambut, proses ini akan menghabiskan waktu yang lebih lama, sebab menggunakan cara konvensional yang sering disebut dengan pre-loading. Sifat dari lahan gambut yang lunak dan organik, menimbulkan kesulitan tersendiri dalam melakukan pemindahan. Bahkan banyak pihak yang menyampaikan bahwa lahan gambut kurang baik untuk proses pembangunan. Hal inilah yang kemudian menjadikan proses perkerasan jalan di tanah gambut lebih rumit dari pada perkerasan pada umumnya.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates