Home / Blog / Pengertian Agregat dan Jenisnya
169 views

Pengertian Agregat dan Jenisnya

Pengertian Agregat

Pengertian Agregat adalah sekumpulan butir batu pecah, kerikil, pasir atau mineral lainnya, baik berupa hasil alam maupun hasil buatan. Agregat yang dapat dipergunakan sebagaimana bentuknya di alam dinamkan agregat alam. Agregat ini terbentuk melalui proses erosi dan degradasi. Bentuk partikel dari agregat alam ditentukan dari proses pembentukannya. Aliran air sungai membentuk partikel – partikel bulat dengan permukaan yang licin. Agregat yang banyak digunakan karena sifatnya yang ekonomis adalah pasir dan kerikil

Dalam bidang teknologi beton nilai batas antara ukuran butir yang kasar dan yang halus umumnya ialah 4,75 mm.

Agregat

Agregat

Jenis – Jenis Agregat

Cara membedakan jenis agregat yang paling banyak dilakukan ialah dengan didasarkan pada ukuran butir – butirnya. Agregat yang mempunyai ukuran butir – butir besar disebut agregat kasar, sedangkan agregat yang berbutir kecil disebut agregat halus.

Baca Juga :  Mengetahui Sistem Perkerasan Jalan di Tanah Gambut.

Secara umum, agregat kasar sering disebut sebagai kerikil, kericak, batu pecah atau split,  adapun agregat halus disebut pasir, baik berupa pasir alami yang diperoleh langsung dari sungai atau tanah galian, atau dari hasil pemecah batu.

a. Agregat Halus

Berdasarkan SNI 03-6820-2002, agregat halus adalah agregat besar butir maksimum 4,76 mm berasal dari alam atau hasil alam, sedangkan agregat halus olahan adalah agregat halus yang dihasilkan dari pecahan dan pemisahan butiran dengan cara penyaringan atau cara lainnya dari batuan atau terak tanur tinggi.

Berdasarkan ASTM C33 agregat halus umumnya berupa pasir dengan partikel butir lebih kecil dari 5 mm atau lolos saringan No.4 dan tertahan pada saringan No.200.

Tabel 2.3 Batasan Gradasi untuk Agerat Halus.

b. Agregat Kasar

Menurut SNI 1970-2008, agregat kasar adalah kerikil sebagai hasil disintegrasi alami dari batuan atau berupa batu pecah yang diperoleh dari industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir antara 4,75 mm (No. 4) sampai 40 mm (No. 1½ inci).

Berdasarkan ASTM C33 Agregat kasar terdiri dari kerikil atau batu pecah dengan partikel butir lebih besar dari 5 mm atau antara 9,5 mm dan 37,5 mm.

Tabel 2.2 Batas-batas gradasi agregat kasar untuk maksimal nominal 19 mm.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates