Home / Contact / Lapis Pondasi Bawah Menggunakan Tanah Pasir
299 views

Lapis Pondasi Bawah Menggunakan Tanah Pasir

Gambar : Lapis Pondasi Bawah Menggunakan Tanah Pasir

Gambar : Lapis Pondasi Bawah Menggunakan Tanah Pasir

Lapis Pondasi Bawah Menggunakan Tanah Pasir

lapis Pondasi bawah menggunakan tanah pasirAdalah suatu lapisan pekerasan jalan yang terletak diantara lapis pondasi atas (base) dan tanah dasar (Sub Grade).
Tujuan lapis Pondasi bawah menggunakan tanah pasir adalah mendukung lapis perkerasan jalan diatasnya.
Fungsi dari lapis pondasi bawah menggunakan tanah pasir ini antara lain yaitu:

  1. Sebagai bagian dari konstruksi perkerasan untuk menyebarkan beban roda.
  2. Mencapai effisiensi penggunaan material yang relatip murah agar lapisanlapisan selebihnya dapat dikurangi tebalnya (penghematan biaya konstruksi).
  3. Untuk mencegah tanah dasar masuk kedalam lapis pondasi.
  4. Sebagai lapisan peresapan (drainage blanket sheet) agar air tanah tidak mengumpul dipondasi maupun ditanah dasar.
  5. Sebagai lapisan pertama agar pelaksanaan dapat berjalan lancar.

BAHAN

Lapis pondasi bawah menggunakan tanah pasir merupakan lapis perkerasan lainnya yang bisa dipakai untuk lapis pondasi bawah (sub base).
Penggunaan material tanah pasir sebagai lapis pondasi bawah ditentukan oleh kemungkinan dan kemudahan didapatkannya bahan tersebut didekat temapat pekerjaan sambil memperhitungkan pilihan mana yang lebih menguntungkan.
Pekerjaan diatas dilaksanakan secara manual yaitu dengan tenaga manusia.

PERALATAN

  • Tendem Roller 6 – 8 ton atau Three Wheel Roller 6 – 8 ton.
  • Pneumatic Tired Roller 10 – 12 ton.
  • Sapu, sikat, karung.
  • Pengki, emrat.
  • Truk, sekop, kereta dorong dan alat bantu lainnya.

CARA PELAKSANAAN

Pelaksanaannya dikerjakan secara manual yaitu dengan tenaga manusia. Material tanah pasir yang akan digunakan harus sudah tersedia dilokasi penghamparan sebelum pekerjaan dimulai. Pengaturan penyimpanan material harus sedemikian rupa agar terjaga kebersihan dan kemudahan pelaksanaan pekerjaan.

Penebaran Tasir :

Penebaran tasir dapat dilakukan dengan pengki sedemikian rupa sehingga merata dan sesuai dengan jumlah tasir (persatuan luas) yang direncanakan.

Pemadatan Tasir :

Sebaiknya tasir dipadatkan dengan mesin gilas Tendem 6 – 8 ton dengan kecepatan k.l 3 km/jam sampai kedudukan tasir merata.

PENGUJIAN MUTU

Pengujian mutu harus dilakukan untuk mencapai hasil pekerjaan yang sesuai dengan perencanaan. Suatu program pengujian pengendalian mutu rutin terhadap material akan dilaksanakan untuk memeriksa variabilitas material yang di bawah ketempat pekerjaan. Jumlah pengujian harus sesuai petunjuk direksi teknik, tetapi untuk setiap 1000 meter kubik material yang dihasilkan, pengujian harus meliputi paling sedikit lima (5) pemeriksaan indeks plastisitas dan lima (5) pemeriksaan gradasi.

Baca : Analisa Saringan Agregat.

Batu belah (Crushed Rock) yang terbaik pada umumnya berasal dari batuan volkanik. Dan ini banyak dijumpai pada sungai yang melalui daerah batuan keras seperti andesit dan basalt contohnya.
Seluruh material agregat harus bebas dari benda-benda tetumbuhan dan gumpalan lempung dan benda yang tidak berguna lainnya.

Standar Rujukan untuk Pengujian :

  1. British Standard B3 812 : Metode pengambilan contoh dan pengujian agregat, pasir dan filler.
    2.  AASHTO Standard :
  • T96  – 74  Abrasion test dengan menggunakan mesin Los Angeles.
  • T112 – 78  Gumpalan lempung dalam agregat.
  • T113 – 82  Butiran ringan dalam agregat.
  • T193 – 82 CBR

DIMENSI

Untuk lantai kerja digunakan pasir urug dengan tebal lapisan 10 cm – 20 cm. Tebal lapisan tasir dapat diambil setebal 30 -40 cm.

PERBAIKAN KESALAHAN

Kesalahan yang terjadi bisa pada material atau pada pelaksanaan pekerjaan. Jika material yang didatangkan ke lokasi tidak memenuhi spesifikasi yang ditentukan maka material tersebut harus diganti dengan yang memenuhi syarat.
Kesalahan pelaksanaan bisa terjadi pada jumlah lintasan pemadatan yang kurang sehingga kepadatan lapisan sirtu kurang.
Atas kesalahan-kesalahan tersebut perlu perbaikan dengan pengawasan dari direksi teknik atau staf yang ditunjuk olehnya.

PEMELIHARAAN

Pihak kontraktor pelaksana harus memelihara pekerjaan yang selesai dikerjakan sepanjang waktu yang telah ditentukan dalam kontrak.
Jika ada kerusakan-kerusakan dalam periode pemeliharaan maka perbaikan yang dilakukan adalah menjadi tanggung jawab pihak kontraktor.
Jika kerusakan terjadi pada saat proyek sudah diserahkan kepada penanggung jawab (PU yang berkaitan) maka pihak penanggung jawablah yang berkewajiban memperbaiki.

Baca Juga : Tanah Dasar (Sub Grade) Lapis Pondasi Bawah.

3 comments

  1. nice artikel sangat informatif sekali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates