Home / Blog / Pemilihan Koral yang Tepat untuk Campuran Beton
191 views

Pemilihan Koral yang Tepat untuk Campuran Beton

Buat anda yang berencana ingin membangun sebuah rumah, pernahkan anda mencoba memilih koral yang bagus untuk material campuran beton? Kita tidak boleh sembarangan dalam memilih jenis koral. Material struktur seperti koral atau kerikil, batu belah dan pasir adalah material yang dipakai sebagai bahan baku beton. Bahan yang berasal dari batu ini disebut dengan agregat. Agregat ini memiliki peranan yang cukup penting untuk kualitas beton. Apabila digolongkan berdasarkan ukuran butirannya, agregat dibedakan menjadi dua jenis yaitu agregat halus dan agregat kasar misalnya koral. 

Agregat ini berfungsi sebagai bahan pengisi campuran pembuatan beton dalam menentukan kuatnya beton. Sifat dan kualitas koral ternyata sangat berpengaruh terhadap proses akhir beton yang dikerjakan. Koral dengan bersifat kepadatan, kekerasan, dan daya tahan yang tinggi akan membantu untuk menghasilkan beton yang sangat berkualitas. Sebaliknya apabila koral tersebut tergolong jenis yang tidak terlalu keras dan cepat hancur akan menghasilkan beton yang berkualitas rendah.

Pemilihan Koral yang Tepat

Berikut ini cara memilih koral yang tepat untuk campuran beton.

Koral Terdiri dari Butir yang Keras dan Tidak Berpori

Anda harus teliti dalam memilih koral sebagai bahan campuran yang fungsinya sangat penting dalam konstruksi sebuah bangunan. Koral yang baik dan berkualitas bagus harus terdiri dari butir-butir keras dan tidak berpori. Koral yang mengandung butir yang pipih hanya dapat dipakai jika jumlah butir terdebut tidak lebih 20% berat dari koral sepenuhnya.

Harus Bersifat Kekal

Koral yang baik harus bersifat kekal atau tidak pecah karena pengaruh cuaca, seperti hujan dan panasnya terik matahari. Meskipun sering terkena air hujan atau sinar matahri yang terlalu panas, koral yang baik akan tetap bersifat kekal. Koral yang baik tidak boleh terdapat kandungan lumpur melampaui 1%. Apabila keadaannya melebihi dari aturan, maka harus dicuci terlebih dahulu agar kandungan lumpur bisa berkurang.

Koral terdiri dari Berbagai Ukuran

Koral yang baik seharusnya terdiri dari beranekaragam ukuran agar bisa saling mengisi dan menghasilkan campuran beton menjadi lebih padat. Jika dibawa ke laboratorium, apabila diayak dengan susunan ayakan, koral harus memenuhi syarat antara lain, sisa ayakan 31,5 mm dan harus minimum 0% berat. Jika sisa di atas ayakan 4 mm, harus sekitar 90% dan 98% dari berat. Selisih diantara antara sisa komulatif di atas dua ayakan yang secara berurutan ialah maksimal 60% dan minimal 10% berat.

Berdasarkan penjelasan tersebut terlihat pentingnya fungsi koral dalam pengerjaan beton, disamping peran bahan lainnya yang juga begitu penting. Untuk itu kita perlu memperhatikan dalam menentukan pilihan jenis agregat kasar atau koral yang akan digunakan supaya sesuai dengan sifat lingkungan dimana bangunan akan didirikan. Tindakan seperti inilah yang perlu dilakukan agar beton yang dihasilkan memiliki kualitas terbaik dengan harga yang sesuai dan pastinya juga terjangkau.

Karakteristik Koral sangat Menentukan Kualitas Beton

Koral yang mengalami pencemaran, baik oleh bahan organik maupun organis dapat berprngaruh terhadap kualitas agregat sehingga diperlukan tidankan pencucian terlebih dahulu sebelum digunakan. Karakteristik koral sangat menentukan kualitas. Agregat yang memiliki ukuran butir yang lebih halus akan memperlukan campuran semen yang lebih banyak dibanding menggunakan butiran agregrat yang lebih kasar. Hal tersebut berarti kita memerlukan campuran semen yang jumlahnya lebih sedikit, sehingga akan berdampak pada pengurangan harga akhir beton itu sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates