Home / Blog / Beberapa Tahapan Penting dalam Pengolahan Beton untuk Pembangunan
26 views

Beberapa Tahapan Penting dalam Pengolahan Beton untuk Pembangunan

Beton menjadi salah satu material yang telah banyak digunakan untuk proyek pembangunan jalan maupun bangunan properti. Sebelum digunakan, material ini harus melalui beberapa pengolahan terlebih dahulu, sehingga hasil yang diperoleh benar-benar berkualitas.

Beberapa Tahapan Penting dalam Pengolahan Beton untuk Pembangunan

Untuk mendapatkan campuran beton yang berkualitas, diperlukan berbagai peralatan yang dapat membantu dan memudahkan proses pengolahan. Selain itu komposisi untuk menghasilkan material yang berkualitas juga harus disesuaikan dengan tepat.

6 Tahapan Penting dalam Pengolahan Beton

Berikut ini beberapa pengolahan yang harus dilakukan untuk menghasilkan campuran material yang berkualitas untuk bangunan maupun jalan:

1. Pencampuran Bahan-Bahan

Pada umumnya, pencampuran dilakukan untuk mencampurkan dan meratakan beberapa bahan utama, yakni semen, agregat, serta sedikit air. Untuk agregat, terdapat agregat kasar berupa split dan kerikir, serta agregat halus berupa pasir. Selain itu juga sering diambahkan zat aditif untuk beberapa keperluan seperti pewarna, mempercepat pengeringan, serta tahan air.

Dalam skala yang kecil, pencampuran berbagai bahan tersebut bisa dilakukan dengan cara manual menggunakan cangkul dan sekop. Sedangkan, untuk skala pencampuran bahan yang besar, tentu diperlukan alat bantu agar proses dapat diselesaikan dengan cepat, merata dan sempurna. Alat yang digunakan untuk mencampurkan bahan-bahan ini adalah molen berupa mesin statis, alat semi mobile, serta full mobile atau berupa mixer truck.

2. Pengangkutan Adukan Material

Setelah material telah tercampur dengan merata dan sempurna, maka tahap pengolahan selanjutnya adalah pengangkutan ke tempat penuangan. Proses penuangna material yang telah jadi harus dilakukan secara cepat, sehingga material camppuran masih aman dari pengerasan.

Untuk skala yang kecil, pengangkutan material yang jadi bisa dilakukan oleh para pekerja dengan menggunakan gerobak dorong. Namun untuk skala yang besar, maka material campran bisa diangkut dengan menggunakan truk aduk beton, pompa, atau menggunakan ban berjalan. Untuk pembangunan gedung yang tinggi medium, bisa digunakan pompa, sehingga penganguktan akan lebih mudah. Namun, khusus untuk gedung bertingkat banyak, maka pengangkutan material beton bisa dilakukan dengan bantuan crane.

3. Proses Penuangan Adukan

Tahap pengolahan selanjutnya adalah penuangan adukan ke tempat yang akan dicor. Setelah adukan atau campuran material jadi, maka harus segera diangkut dan dituang pada tempat yang telah disiapkan. Sebab, dengan campuran yang masih segar, maka beton masih bersifat plastis dan akan mengalir ke rongga-rongga tulangan degan mudah dan cepat. Berbeda jika kondisinya telah cukup lama dan mulai mengeras, maka adukan akan lamban dan sulit untuk mengisi tulangan. Penuangan harus bisa mengisi penuh dan merata, sehingga kualitas hasilnya juga akan baik.

Material adukan tidak bolleh dituangkan ke dalam bekisting dengan jarak yang melebihi 2 meter, sebab akan menyebabkan segregasi. Penggunaan tremi atau corong bisa menjadi salah satu cara yang diterapkan jika jarak melebihi tinggi maksimum. Selain itu, pada saat hujan, penuangan harus mendapatkan naungan, sehingga terhindar dari tercampurnya material dengan air hujan. Sebab, hal ini dapat menyebabkan penurunan kualitas beton.

4. Proses Pemadatan

Setelah penuangan selesai, maka tahap selanjutnya adalah pemadatan, sehingga udara yang terjebak dapat dikeluarkan dan kualitas beton semakin baik dan kokoh. Pemadatan bisa segera dilakukan ketika keadaan masih plastis dengn cara menusuk-nusuk tuangan beton, atau dengan penggetaran.

5. Proses Pemerataan Permukaan

Tahap selanjutnya adalah meratakan permukaan beton agar lebih halus. Pemerataan permukaan bisa dilakukan secara manual dengan cetok dan papan atau dengan alat bantu seperti power trowel.

6. Perawatan Beton

Perawatan beton merupakan tahap pengolahan terakhir. Hal ini dibutuhkan untuk memastikan bahwa proses reaksi antara semen dan air bisa berlangsung dengan baik. Bentuk dari perawatan aalah dengan menjaga permukaan beton tetap lembap hingga proses reaksi mencapai kurang lebih 28 hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates