Home / Blog / Cara Perencanaan Komposisi Beton dan Pemilihan Material yang Tepat
42 views

Cara Perencanaan Komposisi Beton dan Pemilihan Material yang Tepat

Perencanaan komposisi beton merupakan kunci untuk menghasilkan beton yang bagus. Hal ini tentu didukung oleh beberapa faktor seperti proses pencampuran, pengecoran, pemadatan serta perawatan beton pada tahap pengecoran. Beton adala senyawa yang terdiri dari agregat, semen, air, dan zat tambahan yang diperlukan. Secara teoritis, perencanaan untuk campuran beton bukan suat hal yang mudah. Disamping kita harus menguasai disiplin tentang ilmu teknik sipil khususnya mengenai teknologi bahan konstruksi, kita juga harus mengerti tentang analisa material di laboratorium untuk menguji hasilnya.

Kandungan Material pada Campuran Beton

Kandungan Semen

Semakin banyak anda menggunakan semen dalam campuran, semakin baik kekuatan beton yang dihasilkan. Hal tersebut dapat terjadi karena penggunaan semen dengan kekuatan beton berbanding sama.

Kandungan Air

Semakin banyak air yang digunakan, maka beton yang dihasilkan justru akan semakin buruk. Meskipun hal tersebut membuat pengerjaan beton menjadi lebih ringan, tetapi anda harus menggunakan air sesedikit mungkin. Agar campuran beton bisa dikerjakan, diangkut, dicor, dipadatkan kemudian finishing.


FAS (Fakor Air Semen)

FAS atau campuran air dan semen merupakan perbandingan antara jumlah air dengan jumlah semen yang digunakan. Semakin tinggi perbandingan campuran ini, justru semakin jelek hasilnya nanti. Untuk menambah kualitas beton maka harus mengurangi perbandingan antara air dengan semen. Jika air diberi simbol W, dan semen diberi simbol C, maka rumusnya sebagai berikut.
FAS = W/C
Dimana berat air adalah 1kg/liter dan berat semen 3150 kg/m3 (disyaratkan ASTM)


Agregat (Pasir dan Koral)

Apabila campuran ditambahkan pasir terlalu banyak akan mengakibatkan hasil beton yang kurang kuat, meskipun beton akan menjadi lebih halus. Kekuatan semakin berkurang apabila pencampuran menggunakan molen terlalu lama. Berbeda dengan beton yang terdiri dari koral yang banyak, beton akan menjadi kasar namun kekuatannya semakin baik. Perencanaan komposisi beton sesuai persyaratan akan menghasilkan beton yang maksimal dari segi kekuatan beton itu sendiri maupun biaya pembuatannya.

SNI juga telah mengeluarkan tentang “Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan”. Dari data SNI menghasilkan beberapa konsumsi campuran beton dengan berbagai variasi kekuatan pada beton. Salah satu contohnya yaitu untuk menghasilkan beton dengan kekuatan tekan sebesar 31,2 Mpa (K350) W/C=0,48 dibutuhkan semen sebanyak 448 kg, pasir 667 kg, koral 1000 kg sedangkan air 215 liter. Apabila dibandingkan dengan data hasil SNI, kandungan material pada beton akan lebih baik. Jadi, yang perlu anda perhatikan adalah tentang pemilihan material dan proses pengerjaannya.


Pemilihan Material Bangunan yang Baik

Tips memilih pasir

Pasir yang berkualitas bagus ditandai dengan rendahnya kandungan lumpur yaitu kurang dari 5%. Lumpur yang bercampur pasir akan mengakibatkan ikatan semen dengan pasir tidak terlalu kuat. Cara untuk menandai pasir berkualitas yaitu dengan mengambil segenggam pasir dengan posisi cukup kuat. Pasir yang kualitasnya bagus akan terasa tajam pada telapak tangan dan tidak menggumpal. Biasanya pasir yang berkualitas baik terdapat pada danau yang hulunya berasa di puncak gunung berapi.

Tips memilih batu untuk pondasi

Jenis batu untuk pondasi biasanya jenis batu belah. Batu ini sangat tepat untuk digunakan karena bentuknya yang akan saling mencengkram kuat. Berbeda dengan jenis batu bulat. penggunaan batu yang berbentuk bulat memiliki kekurangan daya mencengkeram. batu belah dapat ditemukan di daerah sekitar gunung berapi ataupun perbukitan.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates