Home / Blog / Karakteristik dan Penggunaan Campuran Aspal Emulsi Dingin
229 views

Karakteristik dan Penggunaan Campuran Aspal Emulsi Dingin

Perencanaan untuk konstruksi jalan membutuhkan bahan perekat berupa semen atau aspal. Aspal sendiri merupakan hasil residu dari adanya proses destilasi alam atau buatan. Di samping campuran aspal panas, dikenal pula campuran aspal dingin atau yang sering disebut dengan campuran aspal emulsi dingin. Aspal ini terdiri dari agregat bergradasi tertentu dan aspal cair. Keduanya bisa dicampur dan dipadatkan dalam temperatur ruang tanpa memerlukan proses pemanasan.

Dengan demikian, campuran aspal ini akan lebih ramah lingkungan dalam proses pelaksanaannya di lapangan. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas karakteristik serta penggunaan campuran aspal emulsi dingin. Dalam hal ini penggunaan plastik bekas HDPE nantinya digunakan sebagai pengganti sebagian agregat pada CAED. Dalam pelaksanaannya tentu membutuhkan percobaan dalam hal coating plastik bekas HDPE pada campuran.

Karakteristik Campuran Aspal Emulsi Dingin

Pemakaian campuran aspal panas atau hotmix dengan jumlah sedikit ternyata dianggap kurang efisien. Sebab membutuhkan suhu tertentu untuk proses penghamparan dan juga pemadatan nya. Sehingga untuk pekerjaan pemeliharaan seperti patching bisa memakai alternatif lain dengan CAED. Sebab tidak bisa bekerja tanpa suhu tertentu serta pemadatan nya bisa ditunda. Untuk mengetahui karakteristik dengan agregat yang bergradasi rapat tipe IV, bisa menentukan nilai stabilitas dan terhadap tanpa dan dengan tundaan pemadatan 12 jam. Variasi aditif semen 0% dan juga 1% terhadap waktu curing 0,1,3,7 hari.

Dengan mengoptimalkan stabilitas rendaman serta kepadatan kering dari nilai KARO 7%. Untuk karakteristik hanya nilai stabilitas dan porositas aransemen padat. Tanpa, dan dengan tundaan pemadatan akan berpengaruh pada peningkatan nilai stabilitas dan juga nilai porositas selama curing.

Penggunaan Campuran Aspal Emulsi Dingin

Pemakaian campuran dingin dengan aspal emulsi sekarang ini memang belum banyak dikenal para jasa konstruksi jalan yang ada di Indonesia. Padahal campuran aspal emulsi dan aspal dingin memiliki berbagai macam keuntungan. Diantaranya adalah aspal emulsi tidak perlu proses pemanasan atau dibakar. Karena bentuknya dingin, cair dan sudah siap pakai.

Selain itu, aspal dingin tidak menimbulkan polusi dan ramah lingkungan. Campurannya bisa disimpan hingga 5 hari sebelum digunakan. Jadi jadwal pelaksanaan proyek bisa lebih efektif. Aspal emulsi ini memiliki wujud cair dengan warna coklat kehitaman, ini termasuk tipe emulsi minyak di dalam air dimana bitumen telah terdispersi dalam air. Tipe aspal seperti ini dikenal sebagai Direct emulsion.

Supaya terjadi emulsi, maka diperlukan bahan pengemulsi atau yang disebut dengan emulsifier. Emulsifier inilah yang akan mempengaruhi muatan listrik dari aspal emulsi. Dengan demikian untuk aspal emulsi kationik jenis emulsifier nya yaitu kationik.

Jenis-Jenis Aspal Emulsi

Aspal emulsi sendiri bisa dikelompokkan menurut jenis muatan listriknya dan juga kecepatan pengerasannya. Aspal emulsi berdasarkan muatan listriknya terbagi menjadi di tiga yaitu aspal emulsi kationik yang bermuatan listrik positif. Selanjutnya ada aspal emulsi anionik atau yang sering disebut dengan aspal emulsi alkali. Ini adalah aspal emulsi yang memiliki muatan listrik negatif dan sering dipakai untuk melapisi batuan basa. Yang ketiga adalah aspal emulsi nonionik. Ini adalah jenis aspal emulsi yang tidak memiliki muatan listrik sebab tidak mengalami ionisasi aspal panas.

Setelah mengetahui seperti apa karakteristik dari campuran aspal emulsi dingin dan berbagai macam jenis aspal emulsi. Maka sekarang kita sudah mengetahui penggunaan aspal emulsi dapat diterapkan untuk perkerasan jalan dengan tujuan go green dan ramah lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates