Home / Blog / 5 Jenis Pasir yang Umum Digunakan sebagai Bahan Bangunan
512 views

5 Jenis Pasir yang Umum Digunakan sebagai Bahan Bangunan

Pasir merupakan salah satu bahan material bangunan yang berupa butiran kecil selain tanah. Butiran yang disebut dengan pasir, berukuran antara 0,5 sampai dengan 2 milimeter. Materi yang membenuk pasir adalah silikon dioksida yakni berasal dari letusan gunung berapi. Sedangkan materi pembentuk pasir pantai adalah dari batu kapur yang berasal dari terumbu karang yang mati. Warna dan jenis pasir sangat beragam, tergantung pada material pembentuknya.

5 Jenis Pasir yang Umum Digunakan sebagai Bahan Bangunan

Penggunaan pasir pada umumnya adalah sebagai bahan bangunan. Pengaplikasiannya adalah dengan dicampurkan bahan pengikat berupa semen. Adapun untuk media tanaman, pasir kurang cocok karena tidak mengandung berbagai senyawa yang dibutuhkan oleh tanaman. Oleh karena itu, jika memang akan digunakan, maka diperlukan pemupukan yang akan memperkaya unsur hara pasir.

Sebagai salah satu bahan bangunan, pasir memiliki pengaruh yang cukup vital. Sebab, pasir banyak dipergunakan dari struktur paling bawah hingga struktur paling atas suatu bangunan. Oleh karena itu, kualitas pasir sangat berpengaruh terhadap kualitas bangunan. Beberapa ciri pasir yang berkualitas di antaranya adalah memiliki butiran yang tajam dan keras; bersifat kekal; tidak mengandung lumpur yang lebih dari 5%; tidak mengandung banyak bahan organik; bukan pasir laut; serta berada ada syarat ambang batas grradasi pasir yang baik.

Beberapa Jenis Pasir yang Baik untuk Bahan Bangunan

Berikut terdapat 5 jenis pasir yang umum dan banyak digunakan untuk bahan bangunan:

1. Pasir Merah

Salah satu jenis pasir yang baik untuk bangunan adalah pasir merah. Jenis pasir ini telah banyak digunakan sebagai bahan pengecoran. Hal ini dikarenakan pasir merah memiliki ciri yang lebih kasar serta batuannya yang lebih besar dari pada pasir pada umumnya. Dengan material pasir ini, maka hasil pengecoran akan lebih kuat dan kokoh.

2. Pasir Elod

Pasir yang umum digunakan untuk bahan bangunan selanjutnya adalah Pasir Elod. Ciri utama dari pasir elod adalah strukturnya yang agak liat, sehingga apabila dikepal, maka pasir akan menggumpal dan tidak mudah puyar kembali. Hal ini menandakan bahwa pasir ini masih mengandung campuran tanah. Warna dari pasir ini adalah kehitaman. Khusus untuk pasir ini, tidak baik untuk penegcoran bangunan. Umumnya, pasir ini hanya dimanfaatkan sebagai campuran pasir beton agar dapat digunakan untuk plesteran dinding. Selain itu, pasir ini juga banyak digunakan untuk campuran pembuatan batako.

3. Pasir Pasang

Untuk pasir yang satu ini, teksturnya tidak jauh berbeda dengan pasir jenis elod, yakni lebih halus dari pasir beton. Karakteristik utama dari pasir ini adalah sifatnya yang cukup liat, sehingga akan menggumpal dan tidak mudah puyar ketika dikepal. Untuk pasir jenis ini, pada umumnya digunakan sebagai bahan campuran pasir beton. Hasilnya adalah campuran ini tidak terlalu kasar, sehingga cukup baik untuk plesteran dinding.

4. Pasir Beton

Kehalusan butiran dari pasir jenis ini cukuplah halus. Warna pasir beton adalah hitam dan tidak mudah menggumpal ketika dikepal dengan menggunakan tangan. Dengan karakteristik seperti ini, maka akan sangat baik untuk pemasangan bata dan batu, pengecoran, plesteran dinding, serta pondasi.

5. Pasir Sungai

Sebagaimana namanya, pasir ini diperoleh dari sungai yang terbawa oleh aliran air sungai. Karakteristi dari pasir ini butirannya cukup baik, yakni berkisar antara 0,063 mm – 5 mm. Dengan kualitasnya ini, pasir sungai bisa menjadi adukan yang baik untuk pekerjaan pasangan. Dalam proyek bangunan, jenis pasir ini biasanya hanya digunakan untuk bahan campuaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates